Ulfatin Ch.
Akhirnya, wajah kita yang menunduk
membaca batu-batu di sepanjang jalan itu.
Dingin udara malam melangkahkan kaki kita
berputar-putar seperti piringan hitam
Tapi tak juga sampai pada kata
pada nada terkemas yang mendendangkan lagu
Mestinya Tuhan menciptakan kita bahagia, katamu
tapi, angin yang kesiur hanya menjawab rindu
2009
Sumber: Kata Hujan (Interlude, Yogyakarta, 2013)
