Puisi: Dari Milankandung – Pertiwi Hasan

Pertiwi Hasan

cerita tentang kota italia itu
menyelinap lagi dalam senyap
coba rasakan degap degup dada ini
sambil kuraih kecup tanganmu
penuh dendam aku di seberang samudera apa tahu
jadi cari kirimlah penjelasan
mengapa kubu sosialisme tidak menang
bahkan menepis kolusi dengan penguasa
begitu tanya sahabat sakura
sedang di majalah debu komik
masih terpampang kisah bsi anak emperan
kaya tapi malu mengaku itu juga bunda
lalu terkutuk jadi batu
sedang di layar lebar masih terpajang cerita untuk lusa
antagonis yang sinis
apa pantas mereka yang melempar gadis kandung ke selokan
dibalas tenung patung
kita harus memaafkan tukasnya berat
hidup ini penuh rangkai berputar
kalah menang dendam ampunan
lantas apa yang sedalam sayatan sembilu
menyelinap gila dalam senyap
di stilleto lorong via venot roma ini

 

Sumber: Topeng Pesisiran (Balai Pustaka; Jakarta, 1994)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.