Puisi: Mimpi-mimpi Sakit Panas – Nersalya Renata (l. 1981)

Nersalya Renata (l. 1981)

Mimpi-mimpi Sakit Panas

1
sebuah lingkaran api. seekor harimau besar
di sisi kanan. memandangku. harimau itu mundur.
mengambil ancang-ancang. lalu melompati
cincin api di atasku. dalam slow motion
aku mengamati bagaimana harimau itu
melintas di atasku. berpindah ke sisi kiri. lalu
melompat lagi ke sisi kanan. berulang-ulang.
aku memejamkan mataku. mencoba tidur. namun
saat mataku terpejam aku masih saja melihat
harimau itu. melompati cincin api di atasku.
berpindah-pindah. dari sisi kiri ke kanan.
dari sisi kanan ke kiri. tak pernah berhenti.

2
pada dinding yang catnya memudar. aku melihat
monalisa menulis surat. dengan pena bulu dan
tinta. ia menulis. menyelupkan kembali
ke dalam tinta. terdiam sejenak.
lalu kembali menulis. monalisa menulis
dengan sangat khusyuk. semar datang
mengendap-endap. mendekati monalisa. berdiri
di belakang monalisa dengan kedua tangan di
belakang. mencuri baca surat yang sedang ditulis.
tersenyum-senyum. lalu mengangguk-angguk.

3
pada plafon yang terkena bocoran air hujan.
minotaur memandangku. mata bengisnya
tak berkedip memakuku.
detak jantungku semakin cepat. perlahan.
kurasakan. napasku tersedot kedua matanya.

4
sebuah batu hitam. besar. di atasku.
aku merasakan berat yang sangat. aku berusaha
menggerakkan tubuhku. membebaskan diriku
dari batu besar itu. tapi tak berhasil.
aku berteriak-teriak minta tolong.
namun tak ada suara yang keluar.
dan tak ada seorang pun yang datang.

Jakarta, 2013

Sumber: Lima Gambar di Langit-langit Kamar (Akar Indonesia, Yogyakarta, 2015)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.