Puisi: Perjalanan – S.M. Ardan (1932-2006)

S.M. Ardan (1932-2006)
Perjalanan

Aku salah satu penumpang kereta-api dari dan ke satu jurusan
Seperti juga yang lain: bermata sangsi, belum punya pegangan
Berasak-asakan, duduk diikat benda mati, gantungan harap
Melihat ke luar jendela, melupa, kepadatan, perpacuan
Beriri pada manusia-manusia berkeliaran di keluasan
Kereta-api berlari, penumpangnya bertanya:
Di mana aku mesti turun, hei, kawan?
Disambut teduh atau disongsong panas?
– kawan di sebelahku ini tak mengerti kataku –

Sumber: Majalah Pudjangga Baru, Nomor 8 Tahun XII, Pebruari 1951

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.