Puisi: Persengkongkolan Anjing – Dahta Gautama (l. 1974)

Dahta Gautama (l. 1974)
Persengkongkolan Anjing

Anjing-anjing berburu tuhan di rumahmu, di tempat yang paling basah dalam keluargamu. Istri selalu mengira, bahwa engkau pulang membungkus nabi dalam tas ranselmu. Ia tak pernah memahami, gerakan anjing bisa melukai rumah tangga.
Demikianlah, anjing mencarinya, dan menemui tuhan di rumah itu. Sementara engkau, menjadi lelaki yang selalu marah. dan tuhan, tak pernah memberi mukjizat pada laki-laki jahat, maka engkau hanya dapat menjumpai perempuan kering di atas ranjang berderik. Nabi yang dipuja istri, tak pernah engkau bawa pulang. padahal engkau sudah terlalu payah untuk bernapas.

Sumber: Lampung Post, Minggu, 8 Februari 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *