Puisi: Requiem – Wayan Sunarta

Wayan Sunarta

mengapa harus ruhku
menuju ruhmu

kau ternganga di tepi cadas
memandang cemas
           pada burung-burung
yang mematahkan sayapnya di udara

pada pusaran warna
adakah kau temukan keabadian
           maut lekat
           pada mata
           pisu palet

teriaklah lantang
pilu melolong
seperti anjing
tersihir
bulan telanjang

kutemukan kau
pada tekstur cadas
menceburkan diri
dari jeram

kau meresap ke rekah batu
                      tidur seperti batu
           bercinta dengan batu
                      mati dalam batu

mengapa harus ruhku
menuju ruhmu

kembali pada diri
aku hablur dirajam mimpi
           mengutuk diri
mensyukuri diri

2002

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.