Puisi: Televisi yang Membesi – Setia Naka Andrian (l. 1989)

Setia Naka Andrian (l. 1989)
Televisi yang Membesi

Bagaimana mungkin dunia akan lebih serius menjadi takdirnya, jika
matamu setiap hari mewarisi ragam warna yang bertebaran dari
telenovela-telenovela. Dan kau katakan, perjalanan tak pernah
selesai. Walau baru sekadar cita-cita, kau sudah putuskan untuk
menjadi mereka yang menikmati aroma parfum pacar-pacarnya.
Hingga akhirnya selepas tayangan itu selesai, kau menjadi sangat
bisu untuk sekadar mengintai diri sendiri. Di kepalamu, televisi telah
membesi.

Smk Yaphar, Februari 2015

Sumber: Pikiran Rakyat, 14 Juni 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.