Puisi: Tikus dan Perangkap – Bung Usman

Bung Usman
Tikus dan Perangkap

Selama masih senang
hendak saja bersenang-senang
Tak tahu bahaya,
tak pusing apa.

Selama umpan masih banyak
dan enak,
terus saja dimakan,
tak mau bosan.

Tetapi setelah “brap”
kata perangkap,
pintu tertutup rapat
dan erat,

Baru menjerit-jerit
karena terjepit,
mengaduh sakit,
manahan sepit.

Sumber: Kesusasteraan Indonesia di Zaman Jepang, ed. H.B. Jassin (Balai Pustaka, Cet. 1, 1948; Cet. 4, 1975).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *