Puisi: tt. M – P. Sengodjo (l. 1926)

P. Sengodjo (l. 1926)
tt. M

Bunyi jam besar mengejutkan mimpi dari sadar
Apalagi tentang beduk dan tabuh di pagi senja
Kita umpamakan perang ini selesai sudah
Dan kami menyanyi dengan surat perjanjian di tangan kiri

Di sini lampu, di situpun lampu
Di langit bintang, dan tak usah kausebut nama
Merdu suaramu di telingaku
Akhirnya pasti kecewa, karena telah mencoba kuasa

Tuang sekali lagi, Mas, dan kita habiskan sekali teguk
Dan ceripuku hilang dalam keramaian itu
Tinggal botol untuk memukul kepala
Karena saku inipun kosong sahaja

Artinya, tidak ada sahajanya
Dengan tidak insyaf telah kauberikan daku satu nama.

Sumber: Majalah Zenith, Nomor V Tahun II, Mei 1952; dalam “Lembar-lembar Saja Lama 1947 – 1953” (Balai Pustaka, 1984); dalam Tonggak 1 (Gramedia, 1987).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.