• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Benny Arnas

Puisi: Cemburu Muda – Benny Arnas (l. 1983)

Posted on 3 Juni 2018 by Editor

Benny Arnas (l. 1983) Cemburu Muda Aku minum teh. Dia minum teh. Bukan di pagi hari, tapi di siang yang mati. Siang tanpa sapadan sentuhan merah. Siapa yang akan membeli […]

Posted in Puisi Tagged Benny Arnas, Puisi Leave a comment

Puisi: Kembang Putih di Atas Perahu – Benny Arnas (l. 1983)

Posted on 6 Desember 2017 by Editor

Benny Arnas (l. 1983) Kembang Putih di Atas Perahu Kularung ibu di samudera yang meliuk di taman tanpa tiang Ia hanya mengembara dengan biduk pelepah air mata, dengan sauh yang […]

Posted in Puisi Tagged Benny Arnas, Puisi Leave a comment

Puisi: Menjadi Kambing Berjamaah – Benny Arnas (l. 1983)

Posted on 6 Desember 2017 by Editor

Benny Arnas (l. 1983) Menjadi Kambing Berjamaah Orang-orang berkerumun. Dengan wajah yang penuh. Bibir yang merapal. Langit jatuh. Matahari tumbuh. Pohon-pohon melepuh. Bumi berpeluh. Ibu dan Anak mendekati. Ikut berkerumun. […]

Posted in Puisi Tagged Benny Arnas, Puisi Leave a comment

Puisi: Seperti Apa Rasanya Jatuh dari Cinta? – Benny Arnas (l. 1983)

Posted on 5 Desember 20176 Desember 2017 by Editor

Benny Arnas (l. 1983) Seperti Apa Rasanya Jatuh dari Cinta? Syahdan, seorang perempuan berlari tergesa-gesa dengan sekarung kenangan di kepala. Ia lupa kalau gaun ungu yang dikenakannya terbuat dari beberapa […]

Posted in Puisi Tagged Benny Arnas, Puisi Leave a comment

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani