Milton Oleh Hasif Amini Dalam dua puluh tahun terakhir hidupnya ia menjadi buta. Kelompok Republik yang ia dukung kalah dari Kaum Royalis dalam Perang Saudara Inggris. Karya-karyanya, termasuk pamfletnya yang […]
Hasif Amini
Esai: Akhmatova – Hasif Amini
Akhmatova Oleh Hasif Amini Anna Andreevna Gorenko lahir di Odessa, Ukraina, tahun 1889. Tak lama kemudian orangtuanya pindah ke sebuah wilayah bernama Tsarskoe Selo (Kampung Tsar), tempat berlibur keluarga kerajaan […]
Esai: Chiyo-ni – Hasif Amini
Chiyo-ni Oleh Hasif Amini Haiku adalah meditasi sekilas tentang kesementaraan. Haiku adalah momen leburnya batas antara diri dan alam. Haiku adalah kesahajaan bahasa di hadapan keajaiban bernama dunia. Haiku adalah […]
Esai: Bhartrihari – Hasif Amini
Bhartrihari Oleh Hasif Amini Puisi lirik dari khazanah sastra Sanskerta seakan tersembunyi. Epik Ramayana gubahan Valmiki dan Mahabharata susunan Vyasa adalah sepasang karya tinggi besar dengan bayang-bayang demikian panjang, sehingga […]
Esai: Yeats – Hasif Amini
Yeats Oleh Hasif Amini Mitologi adalah satu sumber ilham terbesar puisi, dan puisi modern bukanlah perkecualian. Memang, tak sedikit penyair modern yang menganggap masa silam sebagai semacam kungkung dan karena […]
Esai: Puing – Hasif Amini
Puing Oleh Hasif Amini BERKALI-kali neraka jahanam coba dibikin di muka Bumi. Dalam pelbagai wujud dan ukuran. Dengan beragam instrumen dan alasan. Di Siberia, Auschwitz, Hiroshima, Indocina, Indonesia, eks-Yugoslavia, Rwanda, […]
Esai: Mandelstam – Hasif Amini
Mandelstam Oleh Hasif Amini PENYAIR mati meninggalkan puisi. Tetapi akhir hayat Osip Mandelstam adalah juga semacam puisi, yang niscaya tak pernah diduga atau diangankan oleh si penyair sendiri: muram, berat, […]
Esai: Pembaca – Hasif Amini
Pembaca Oleh Hasif Amini “BAGAIMANA sebenarnya puisi bekerja atau diolah di benak pembacanya?” tanya secarik surat tanpa tanda tangan. Tergantung masing-masing pembaca, tentu, dan tergantung puisinya juga, pasti. Atau […]
Esai: Derau – Hasif Amini
Derau Oleh Hasif Amini TENANG dan bersahaja (dan sedikit gila barangkali) tampaknya: seseorang duduk atau berdiri atau rebahan sambil lekat menatapi deretan dan barisan huruf yang tercetak pada permukaan kertas-kertas […]
