Sjahril Latif (1940-1998) Tangerang Persis seperti yang selalu kubayangkan dalam angan-angan karena begitulah kuterima waktu pertama kali diceritakan: Rumah itu bercat putih, sebuah rumah tua yang besar, masih tampak bekas […]
Puisi
Puisi: Gang Haji Abdul Jalil 39: Kita Berpisah – Sjahril Latif (1940-1998)
Sjahril Latif (1940-1998) Gang Haji Abdul Jalil 39: Kita Berpisah Rumah-rumah petak di gang sempit desak mendesak dalam pengap Jakarta Kini Oktober, mestinya musim hujan telah tiba Tapi panas masih […]
Puisi: Pagi Pecah – Iwan Fridolin (l. 1945)
Iwan Fridolin (l. 1945) Pagi Pecah Pagi pecah dalam bunyi-bunyi Terasa dingin di pipi. Kuusap hati-hati Hidup seperti mimpi Butiran embun ditikam matahari. Telukbetung, 1969 Sumber: Horison, No.2, Th.XI, Februari […]
Puisi: Dalam Kaca Duka pun Putih – Iwan Fridolin (l. 1945)
Iwan Fridolin (l. 1945) Dalam Kaca Duka pun Putih Dalam kaca duka pun putih Mainan warna-warna. Seribu sajak Yang kita tulis dulu Satu hari sebelum turun gerimis Dan kemudian kita […]
Puisi: Di Setasiun – Iwan Fridolin (l. 1945)
Iwan Fridolin (l. 1945) Di Setasiun Di setasiun manakah kereta akan berhenti? Siang tadi di bangku peron, kita masih duduk bersama. Mengobrol tentang cuaca, dan tentang hari-hari yang akan tiba, […]
Puisi: Pukul Berapa – Iwan Fridolon (l. 1946)
Iwan Fridolon Pukul Berapa Pukul berap aku lupa, Ada iringan lewat (Kelihatan dari jendela) Aku menjenguk: Siapa? Angin dan debu tiba-tiba menyerbu jendela. Kupejamkan mata. Selayaknya tak mengatakan apa-apa. Sumber: […]
