Kedung Darma Romansha (l. 1984) Tujuh Hari di Malam yang Sama lupakan mimpi tujuh malammu dan mulailah belajar berbohong. mari! sebentar lagi perburuan akan dimulai di tiap tikungan atau gang-gang […]
Puisi: Indonesia Tanah Airku – Abdul Muin Daeng Miyala (1909-1969)
Abdul Muin Daeng Miyala (1909-1969) Indonesia Tanah Airku Sebagai bulan yang bersembunyi di balik awan, adalah Indonesia tanah airku! Perlahan-lahan, awan kabut yang tadinya amat kebat meliputinya, mulailah […]
Puisi: Sebuah Surat Terbuka di Surat Kabar – Sjafrial Arifin (1949 – 2016)
Sjafrial Arifin (l. 1949 – 2016) Sebuah Surat Terbuka di Surat Kabar Dari sebuah teratak: Seorang kekasih menelantarkan pacarnya jadi sepi Seorang anak melupakan ibunya jadi jadi sepi Seorang kakak […]
Puisi: Sajak Sebutir Sajak – Noorca Marendra (l. 1954)
Noorca Marendra (l. 1954) Sajak Sebutir Sajak Sebutir sajak yang tak betah di kepala penyair telah keluar dan bunuh diri tadi malam. Itu berita pertama Kemudian, kabar lain mengatakan sebelum […]
Puisi: Sajak yang Tidak Bermakna – Noorca Marendra (l. 1954)
Noorca Marendra (l. 1954) Sajak yang Tidak Bermakna Sebelum ada orang kecewa kepada saudara yang budiman baik saya jelaskan dahulu bahwa sajak ini memang tidak bermakna. Begini: ada sebaris kata-kata […]
Puisi: Potret Diri – Dedy Tri Riyadi (l. 1974)
Dedy Tri Riyadi (l. 1974) Potret Diri Dia melukismu sebagai sesuatu yang tak bakal tua. Sebagai langit menyala. Sebagai tenung bagi teruna. Sebagai pohon dengan cabang sederhana. Sebagai rimbun dukana. […]
Puisi: Exquisite Corpse – Dedy Tri Riyadi (l. 1974)
Dedy Tri Riyadi (l. 1974) Exquisite Corpse Dia membagikan empat potong kain, dan kau mulai menuliskan puisi-puisi, berbeda satu sama lain; 1/ Bagimu, dirinya adalah peta Baginya, kau tubuh semata. […]
Puisi: Sajak Tentang Penguburan – Noorca Marendra (l. 1954)
Noorca Marendra (l. 1954) Sajak Tentang Penguburan Iringan pengantar jenazah itu telah lewat di jalan raya, di depan rumah sepuluh tahun yang lalu Ketika itu yang mati bernama A.D. seorang […]
Puisi: Tangis Belibis – Lan Fang (1970-2011)
Lan Fang (1970-2011) Tangis Belibis (1) teduh, suara subuh. sepi, bunyi tubuh. gerimis mendenting hening dan Kau begitu bening. (2) kepada kesepiankah kita berpulang? Atau kita ingin kesepian itu datang? […]
