Nursjamsu Nasution (1921-1955) Tinggi Hati Aku berdiri di luar dalam hujan menitik Dia duduk di dalam, rindu memandang ke luar. Aku tahu ia sunyi Dia tahu aku sepi, Aku tahu […]
Puisi: Melatih Pukulan Kidal – Dody Kristianto (l. 1986)
Dody Kristianto Melatih Pukulan Kidal Bukan ada sopan itu yang kamu cemaskan benar bukan tapi bagaimana yang tak imbang ini kini sejalan Selaras dalam gerak, menyatu dalam sajak hingga yang […]
Puisi: Cerita Semalam dari Kota Mangga – Kedung Darma Romansha (l. 1984)
Kedung Darma Romansha (l. 1984) Cerita Semalam dari Kota Mangga kenangan itu runtuh dari matamu malam roboh di bahumu. sebab setiap jeluk tubuhmu memuat timbunan masa lalu. di situ kau […]
Puisi: Mayat Sepi – Raedu Basha(l. 1988)
Raedu Basha(l. 1988) Mayat Sepi 1 aku bukan dia yang mati di dalam pembakaran tapi aku mayat di dalam sepi menanggung berat kesunyian dan pahala pada sebuah diam jika waktu […]
Puisi: Pahit – Amal Hamzah (1922-1987)
Amal Hamzah (1922-1987) Pahit Siapakah Engkau maka aku merana cekau-cakarmu dalam segala kerjaku? Tiada pernah sempurna jika hati mulai reda datang lagi Engkau dekatkan yang dulu Engkau jauhkan. Aduh! Tiada […]
Puisi: Senyap – Amal Hamzah (1922-1987)
Amal Hamzah (1922-1987) Senyap Hatiku kini tiada bernyanyi Riang gembira laku dulu Lama bisikan telah dinanti Kabur mata dalam menunggu. Rupanya hatiku laksana telaga Kering timpas di musim kemarau Di […]
Puisi: Rindu – Abdul Muin Daeng Miyala (1909-1969)
Abdul Muin Daeng Miyala (1909-1969) Rindu Jikalau aku menjadi angin, Akan berbisik daku, berbisik, Biarkan segala yang merasai, Akan mendengar rindu dendamku, Biarkan segala yang mengetahui, Akan menginsafi kehadiranku… Jikalau […]
Puisi: Ada Aku – Abdul Muin Daeng Miyala (1909-1969)
Abdul Muin Daeng Miyala (1909-1969) Ada Aku Ada aku melihat alam, Alam luas alam permai: Datang Tuan ulurkan tangan, Pimpin daku ke dunia damai. Ada aku melihat alam, Alam buas […]
Puisi: Buruh – Abdul Muin Daeng Miyala (1909-1969)
Abdul Muin Daeng Miyala (1909-1969) Buruh Duduk aku hadapi meja Tulis buku banyak ragam Kopi masuk gula keluar Kapok dibeli koprah dijual. Semenjak pagi sudah begitu Sampaikan petang baru berenti […]
