bilamana bulan meretak, lalu kuhirup itu pendar cahaya keperakan dari ruas-ruas dadamu. ada yang menyesak dan penuh di paru-paru. sedang kau memang tak pernah cukup dalam puisi, dalam halaman-halaman buku […]
Esai: Pantun, Akar Puisi Liris Indonesia
Pantun: Akar Puisi Liris Indonesia Oleh Hasan Aspahani PANTUN kini bertahan sebagai pantun jenaka. Sekadar untuk lucu-lucuan, pembangun suasana gembira. Pantun kini setiap kali dilisankan, sebaris demi sebaris, disambut dengan […]
Puisi: Rel Kereta dan Stasiun di Telapak Tanganmu – Galih Pandu Adi (l. 1987)
Galih Pandu Adi (l. 1987) Rel Kereta dan Stasiun di Telapak Tanganmu dan kita, memang telah memilih jalur kepulangan sendiri rel-rel kereta yang melintang aku kau melaju tanpa doa atau […]
Puisi: Kepada Kutukan – Mohammad Ali Tsabit – (l. 1996)
Mohammad Ali Tsabit – (l. 1996) Kepada Kutukan Berikan padaku seribu duka saksikan, bagaimana dunia gemetar di tangan sajak-sajakku walau perang dan kesunyian kegilaan dan kutukan menetak diriku mereka tak […]
Puisi: Penyair Sepi – Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003)
Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003) Penyair Sepi penyair yang lahir dari puisi mencari cinta menelusur jalan sepi memikul beban semesta tuhan terbaring di hatinya sudah sampaikah perjalanan o, penyair menawarkan […]
Puisi: Di Hulu Kali Ini- Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003)
Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003) Di Hulu Kali Ini di hulu kali ini aku ingin menambatkan perahu melepas beban dan pakaian. mandi sepi lalu tenggelam di dasar waktu Sumber: Sungai […]
