• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Sketsa Bulan Retak di Atas Ranjang – Galih Pandu Adi (1987)

Posted on 16 April 201916 April 2019 by Editor

bilamana bulan meretak, lalu kuhirup itu pendar cahaya keperakan dari ruas-ruas dadamu. ada yang menyesak dan penuh di paru-paru. sedang kau memang tak pernah cukup dalam puisi, dalam halaman-halaman buku […]

Posted in Puisi Tagged Galih Pandu Adi, Puisi Leave a comment

Esai: Pantun, Akar Puisi Liris Indonesia

Posted on 16 April 201923 April 2019 by Editor

Pantun: Akar Puisi Liris Indonesia Oleh Hasan Aspahani PANTUN kini bertahan sebagai pantun jenaka. Sekadar untuk lucu-lucuan, pembangun suasana gembira. Pantun kini setiap kali dilisankan, sebaris demi sebaris, disambut dengan […]

Posted in Esai Tagged Esai, Pantun Leave a comment

Puisi: Rel Kereta dan Stasiun di Telapak Tanganmu – Galih Pandu Adi (l. 1987)

Posted on 16 April 201916 April 2019 by Editor

Galih Pandu Adi (l. 1987) Rel Kereta dan Stasiun di Telapak Tanganmu dan kita, memang telah memilih jalur kepulangan sendiri rel-rel kereta yang melintang aku kau melaju tanpa doa atau […]

Posted in Puisi Tagged Galih Pandu Adi, Puisi Leave a comment

Puisi: Kepada Kutukan – Mohammad Ali Tsabit – (l. 1996)

Posted on 14 April 201914 April 2019 by Editor

Mohammad Ali Tsabit – (l. 1996) Kepada Kutukan Berikan padaku seribu duka saksikan, bagaimana dunia gemetar di tangan sajak-sajakku walau perang dan kesunyian kegilaan dan kutukan menetak diriku mereka tak […]

Posted in Puisi Tagged Mohammad Ali Tsabit, Puisi Leave a comment

Puisi: Penyair Sepi – Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003)

Posted on 14 April 201914 April 2019 by Editor

Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003) Penyair Sepi penyair yang lahir dari puisi mencari cinta menelusur jalan sepi memikul beban semesta tuhan terbaring di hatinya sudah sampaikah perjalanan o, penyair menawarkan […]

Posted in Puisi Tagged Noor Aini Cahya Khairani, Puisi Leave a comment

Puisi: Di Hulu Kali Ini- Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003)

Posted on 14 April 201914 April 2019 by Editor

Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003) Di Hulu Kali Ini di hulu kali ini aku ingin menambatkan perahu melepas beban dan pakaian. mandi sepi lalu tenggelam di dasar waktu Sumber: Sungai […]

Posted in Puisi Tagged Noor Aini Cahya Khairani, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani