• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Kisah Sebuah Perjalanan – Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003)

Posted on 14 April 201914 April 2019 by Editor

Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003) Kisah Sebuah Perjalanan separuh usia mereka jalankan perahu dari tepi ke seberang, terpandang: laut damai, alam permai, sesekali angin mengundang badai. tapi perahu tetap ke […]

Posted in Puisi Tagged Noor Aini Cahya Khairani, Puisi Leave a comment

Puisi: Mohon Doa Restu – Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003)

Posted on 14 April 201914 April 2019 by Editor

Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003) Mohon Doa Restu mengisi ruang padat, waktu menjadi tua pertanyaan mendesak tepi agenda kertas, daun, pasir atau tanah liat tak lagi mewujudkan impian busa sabun […]

Posted in Puisi Tagged Noor Aini Cahya Khairani, Puisi Leave a comment

Puisi: Vignet Kalimantan – Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003)

Posted on 14 April 201914 April 2019 by Editor

Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003) Vignet Kalimantan 1 di atas sungai hitam hutan dan gunung berjalan menuju mantra kekuasaan 2 antara hutan larangan dan cerobong industri membentang kabel-kabel kekuasaan sementara […]

Posted in Puisi Tagged Noor Aini Cahya Khairani, Puisi Leave a comment

Puisi: Suatu Ketika di Kamar Kontrakan – Irianto Ibrahim (l. 1978)

Posted on 14 April 201914 April 2019 by Editor

Irianto Ibrahim (l. 1978) Suatu Ketika di Kamar Kontrakan 1/ ketika mengajakmu ke sana berdiri di antara pohon-pohon yang menjulang bagai hantu aku melihat langit sangat dekat dengan kita. bintang-bintang […]

Posted in Puisi Tagged Irianto Ibrahim, Puisi Leave a comment

Puisi: Tiga Alasan Pendulang Meninggalkan Bombana – Irianto Ibrahim (l. 1978)

Posted on 14 April 201914 April 2019 by Editor

Irianto Ibrahim (l. 1978) Tiga Alasan Pendulang Meninggalkan Bombana pertama, karena polisi penjaga lahan bersiap menembak kepala mereka kalau wajan atau linggis tak diserahkan bersama sepuluh duapuluh kaca plus pernyataan […]

Posted in Puisi Tagged Irianto Ibrahim, Puisi Leave a comment

Puisi: Di Kendari Teater Kota Lama – Irianto Ibrahim (l. 1978)

Posted on 14 April 201914 April 2019 by Editor

Irianto Ibrahim (l. 1978) Di Kendari Teater Kota Lama mereka hanya menyisakan potongan tiket dan bekas jari-jarinya di lenganku sepasang kursi dan daun pintu kembar yang dulu pernah mencatat mimpi-mimpi […]

Posted in Puisi Tagged Irianto Ibrahim, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani