Nissa Rengganis (l. 1988)Kepada Laut Tubuhku disandarkanDi tepi lautMemandang segala keluasan Tubuhku dilayarkanMenuju lautMencari asal mula air mata Tubuhku dikaramkanKe dasar lautMengekalkan keheningan 2018 Sumber: Suara dari Pengungsian (Langgam; Tasikmalaya; […]
Puisi: Seteru Kata- Iin Farliani (l. 1997)
Iin Farliani (l. 1997)Seteru Kata siapa yang berbaring sehitam malamroh batu menjemput pelapukan pasang deburterdengar di kejauhanseteru katamenenggelamkan dirinya ini udara matisebelum yang bersembunyibelajar terbang sebelum tajam sinarmemasuki bola matademi […]
Puisi: Tengah – Tia Ragat (l. 1999)
Tia Ragat (l. 1999)Tengah di kamarku hanya ada sisa kayudan jaring laba-laba dan lemari lusuhdan gantungan baju yang bersulih jadi mimpi-mimpi sepiadan kolong tempat tidur menjelma hati sepikasur menyamar jadi […]
Puisi: Kayu Bakar Terlalu Basah – Ng. Lilis Suryani (l. 1996)
Ng. Lilis Suryani (l. 1996)Kayu Bakar Terlalu Basah Apa yang kau ingat dari kotak korek api yang aku kirimkan padamu tempo hari?Gambar burung perenjak di sekeliling gemintang tengadah seolah mencari […]
Puisi: Di Lampu Merah, Saya Teringat Rumah – Nissa Rengganis (l. 1988)
Nissa Rengganis (l. 1988)Di Lampu Merah, Saya Teringat Rumah Di lampu merah, puisi bertanya kepada puisiDi lampu merah, anak punk bernyanyiDi lampu merah, loper koran menjual berita basiDi lampu merah, […]
Membaca “Seteru Kata”: Sebuah Permainan Pertaruhan
Oleh Hasan Aspahani BERKOMUNIKASI, upaya memanfaatkan bahasa itu, bisa juga dipandang sebuah pertaruhan dengan risiko antara bisa dimaknai atau gagal dimengerti. Risiko pertaruhan itu makin meningkat, dan permaiannya makin asyik, […]
