Naning Scheid (l. 1980)Raksasa Untuk sarapan, aku makanSatu macan SumatraDua orang hutan Siang, hidangan pokokSup penyu tiga mangkokEmpat paha komodoLima burung maleo Untuk cemilan,Enam keripik cendrawasihTujuh ekor corak merak Untuk […]
Puisi: Bulan dari Balik Dinding Jakarta – Naning Scheid (l. 1980)
Naning Scheid (l. 1980)Bulan dari Balik Dinding Jakarta 1/Di Grogol Petamburan,bulan separo manis berbiji,dinding persegi empat pucat,gambar awan di atap putih.Sungai hitam dalam gelas, pekat— seteguk hangat membasah gigi.Histeris para […]
Puisi: Pemakaman – Naning Scheid (l. 1980)
Naning Scheid (l. 1980)Pemakaman Bangkai, katamu. Adalah tubuh teruraiCahaya purnama – bias. Lalat di atas mawarAngin mengikat bau busuk kematian. Kerangka di antara ilalang lunglaiMenunggu pemakaman; mengubur luka memarTubuh itu […]
Puisi: Sajak Kecemasan – T. Wijaya (l. 1970)
T. Wijaya (l. 1970)Sajak Kecemasan Saat anak-anak aku ingin menjadi seekor burung merpati. Sekarang, katanya, aku mendapatkannya. Tapi aku tidak bahagia. Aku hanya seekor burung pengeluh .Tidak terima gedung kesenian […]
Puisi: Pemilu Indonesia 2009 – T. Wijaya (l. 1970)
T. Wijaya Pemilu Indonesia 2009 Pemilu Indonesia 2009, orang-orang kian asing. Memilih bukan pilihan. Melulu orang asing menulis surat kepada partai politik. Isinya tentang kami menjadi pengemis. Berbaris sakit di […]
Esai: SCB Bilang Kuasai Bahasa dan Dalami Kehidupan
SCB Bilang Kuasai Bahasa dan Dalami Kehidupan Oleh Hasan Aspahani SETELAH mendapatkan ide, maka secara teknis, menulis puisi adalah memilih cara ucap. Dan kita hanya bisa memilih apabila kita bebas, […]
