• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Hujan Dini Hari – Gunoto Saparie (l. 1955)

Posted on 13 Desember 202315 Desember 2023 by Editor

Gunoto Saparie (l. 1955)Hujan Dini Hari hujan pun mulai luruhketika menjelang subuhjam weker pun bergetarada kabut mengendap di luar angin mendinginkan tubuhsepi merapat ke jendelacemas pun mengeras tiba-tibaengkaukah menembang megatruh? […]

Posted in Puisi Tagged Gunoto Saparie, Puisi Leave a comment

Puisi: Di Tepi Mahakam – Dahri Dahlan

Posted on 12 Desember 202315 Desember 2023 by Editor

Dahri DahlanDi Tepi Mahakam untuk mida, sahabatku datang dari negeri jauh, kaumeminta kita berjumpa di tepimahakam. aku ingin melihat batubaradibawa pergi, katamu. malam belum seberapa tetapigelap telah menerangkan sesuatu. dingin […]

Posted in Puisi Tagged dahri dahlan, Puisi Leave a comment

Puisi: Pevita Unstoppable Battle Ground – Anugrah Prasetya (l. 1999)

Posted on 12 Desember 202314 Desember 2023 by Editor

Anugrah Prasetya (l. 1999)Pevita Unstoppable Battle Ground “roket yang kau luncurkan kedadaku itu, barangkali adalahsalam perpisahan yang tak pernahkau ucapkan, dan tiba-tiba meledak,” 1/kita sangat senang bertengkarsepanjang hari, di atas […]

Posted in Puisi Tagged Anugrah Prasetya, Puisi Leave a comment

Puisi: Lanskap – Agus Manaji (l. 1979)

Posted on 10 Desember 202310 Desember 2023 by Editor

Agus Manaji (l. 1979)Lanskap hutan mungil dalam dada kota yang gigildaunannya menjulurkan temaram; puisi yang oleh denyut kotadikerdilkan dengan lampu dan senyuman. aku di tepian.juga tengadah. mengumpulkan keheningan.di dalam pagar, […]

Posted in Puisi Tagged agus manaji, Puisi Leave a comment

Puisi: Semakin Jauh dari Bukit-bukit di Barat – Agus Manaji (l. 1979)

Posted on 10 Desember 202310 Desember 2023 by Editor

Agus ManajiSemakin Jauh dari Bukit-bukit di Barat Kita semakin jauh dari bukit-bukit di barat.Sisa senja menyala di pepucuk pohon jatidan pohon randu. Di sekujur kerudungmu, semua itumembersit biru, menjadi alur […]

Posted in Puisi Tagged agus manaji, Puisi Leave a comment

Puisi: Love In Gramedia – Anugrah Prasetya (l. 1999)

Posted on 10 Desember 202310 Desember 2023 by Editor

Anugrah Prasetya (l. 1999)Love In Gramedia I. dengan uang tak seberapakuyakinkan diri menjelajahdunia buku-buku: tempatmusering nongkrong sendiri di pojokan, sambil membacapuisi cinta yang bestsellerdengan sebotol boba bila ada kutipan-kutipan uwulangsung […]

Posted in Puisi Tagged Anugrah Prasetya, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani