May Moon Nasution (l. 1988) Parmaen Babere __Srimasponi Lubis sejumput ayat di dalam cerana, segenap niat di depan majelis, sudikah kau menggenggam cinta, si boru na mora lubis yang manis […]
Puisi: Garis-Garis Hujan – Indra Tjahyadi (l. 1974)
Indra Tjahyadi (l. 1974) Garis-Garis Hujan Garis-garis hujan menyeret mayatku Gagak-gagak sekarat kembali Dari setiap pertempuran Memutihkan mataku. Bersama gerhana Mimpiku tandus Arwahku berbiak Melukai lengannya sendiri Serupa belatung Pengetahuanku […]
Puisi: Mitos Hari-hari – Indra Tjahyadi (l. 1974)
Indra Tjahyadi (l. 1974) Mitos Hari-hari Senin Habis pekan. Senin yang membara membakar kulitmu perempuan. Kekurusan apakah yang membawamu pada kerja pada keriuhan hidup dan sunyi benda-benda? Rumah terlalu riuh […]
Etsa, Puisi yang Mengukir Hati – Esai Ari Nurtanio
Etsa, Puisi yang Mengukir Hati Esai Ari Nurtanio GORESAN hitam yang lentur di antara sapuan merah tidak rata itu, terkesan kuat, apalagi dengan latar belakang putih. Kokoh, sederhana dan enak […]
Esai: Dengen Hurufnya Orang Olanda
Oleh Hasan Aspahani ADA serangkai syair terdiri dari lima belas bait terbit di Soeling Hindia, No. 2, Th. 1, 1 Januari 1910. Isinya pemberitahuan bahwa sejak edisi itu majalah […]
Puisi: Metafora Bunga – Hamdy Salad (l. 1963)
Hamdy Salad (l. 1963) Metafora Bunga Akulah abjad sekaligus kata yang menolak jadi mayat di tangan para pendusta Kau lepaskan anak panah ke dada walau tahu aku terus mengelak dari […]
Puisi: Nyaris Pingsan – Hamdy Salad (l. 1963)
Hamdy Salad (l. 1963) Nyaris Pingsan Sebuah negeri nyaris pingsan diinjak kaki para penagih hutang Pegawai resmi berbaris di jalan raya memanggul brankas yang terkunci setengah tidur setengah jaga Orang […]
Puisi: Tungku Hutan – Ebi Langkung (l. 1991)
Ebi Langkung (l. 1991) Tungku Hutan lubang api lubang sepi api menjilat yang tinggi sepi mengusap yang sirna kembali bara menyala batin kembara sila dan tapa duduk meliuk memandang ke […]
Puisi: Sajak Biru – Willy Fahmy Agiska (l. 1992)
Willy Fahmy Agiska (l. 1992) Sajak Biru Pada sepi yang makin gigir, pada batas rasa kehilangan ini, aku biru Seluruh laut pulang padaku tanpa ombak dan perahu-perahu. Waktu hanyalah seorang […]
