Iman Budhi Santosa (1948-2020)Buat Siapa sampai tak ada hitam putihnya matajauh ke depan, jatuh entah dilepaskanjadi menanti ia susah dialamatkandiam tambah menusuk ranjang tak lagi mengistirahatkanberita dalam tiap suara mendinginbuat […]
Puisi: Adalah Malam yang Tiba, Teramat Perlahan – Iman Budhi Santosa (1948-2020)
Iman Budhi Santosa (1948-2020)Adalah Malam yang Tiba, Teramat Perlahan Sepi daun. Kelamtetes-tetes waktu meluncur dan jatuhdi bumi lain, arah dalamdua warna berbimbingantiada lagi kata penghabisan. Pada jampadaMu tersimpan kalimat-kalimat untuk […]
Puisi: Yang Pertama dan Akhirnya – Iman Budhi Santosa (1948-2020)
Iman Budhi Santosa (1948-2020)Yang Pertama dan Akhirnya waktu yang jatuh mengusik mimpi-mimpi ituadalah setasiun pertama, di mana hidup mulai bergerakdi atas roda-roda peristiwa demi peristiwaaku pun menjulurkan kepala untuk melihatnyasiapakah […]
Puisi: Atas Namaku – Iman Budhi Santosa (1948-2020)
Iman Budhi Santosa (1948-2020)Atas Namaku atas namaku angin pun selesai bertiupdalam sajak dan sepi hidup menggeraikan sayap-sayapnya antara jam-jam senyap tiadasebelum bumi kembali […]
Puisi: judul: tidak ada koran pagi di sini; ai siapakah itu? batu hitam meremuk muka sendiri – Nuruddin Asyhadie (l. 1976)
Nuruddin Asyhadie (l. 1976) judul:tidak ada koran pagi di sini; aisiapakah itu? batu hitammeremuk muka sendiri tidak ada koran pagi di sini. tidak ada novel tempat kita bermain petakumpet. antariksa […]
Puisi: titik hujan yang pertama – Nuruddin Asyhadie (l. 1976)
Nuruddin Asyhadie (l. 1976) titik hujan yang pertama titik hujan yang pertama. dan kitapun larut pada aspal, pohonan tua,wajah kota yang merana. entah, ini setasi keberapa. ruang-ruang dalampeta tak terbaca. […]
