Djoko Saryono (l. 1962)Dialog Pecinta dan Perindu Lihatlah cintaku, lihatlah, laut gelisahku telah menciptatarian badai, meliuk-liuk memburu kanal-kanal pantai:tempat dirimu santai, menanti pasang surut selepas senjaterkulai dan gelap terburai. Esok […]
Puisi: Pengakuan Prabangkara, 2 – Djoko Saryono (l. 1962)
Djoko Saryono (l. 1962)Pengakuan Prabangkara, 2 dalam gemetar nada disabot jagat rayadalam getar gemeretak suara dia berkata cuma tetesan tinta, bagindasungguh, hanya cairan isi penatiada sengaja luruh menimpatubuh sempurna isteri […]
Puisi: Pisau Lipat Sejarah – Djoko Saryono (l. 1962)
Djoko Saryono (l. 1962)Pisau Lipat Sejarah sejarah adalah pisau lipatserba guna dijajakan pengasongdi terminal dan bus bumel antarkotadengan atraksi penjaja tak terduga dan kau bisa terkesiapngeri, mengatupkan kelopak matakalau punya […]
Puisi: Potret Diri dengan Sebutir Apel – Halima Puti Djamari (l. 1980)
Halima Puti Djamari (l. 1980) Potret Diri dengan Sebutir Apel kau boleh menghabiskan biru untuk memanjangkanrambutku hingga ke bahu (dan bahkan melebatkannyaseperti gelombang) agar tertutup luka yang sudahmengendap di leher […]
Puisi: beatniks – Nuruddin Asyhadie (l. 1976)
Nuruddin Asyhadie (l. 1976) beatniks seperti anak-anak lain di negeri iniia dilahirkan lewat telinga “namaku karna, anak haram sang hidup. ibuku pelacur kuntibapakku dewa-dewa vasco de gama, jhon pieter coen, […]
Puisi: Bagaimana – OR Mandank (1913-1995)
OR Mandank (1913-1995)Bagaimana I.Sudah lama saya tidak bernyanyi,Telah lama aku tidak berlaguBukan karena jiwaku sunyi,Bukan lantaran hatiku beku. II.Pada lahirnya,Sayalah tidak suka berbantahPada lahirnya,Sayalah tidak banyak bertingkah, Tetapi, o, kalau […]
