Toto ST Radik dunia manusia terlalu membosankan. terlalu daging: mudah busuk dan berulat dengan bau yang enggan hilang terlalu banyak mulut di kepalanya yang kecil. membual di panggung menjual sorga […]
Author: Editor
Puisi: Aku Ingin Menjadi Batu di Dasar Kali – Kriapur (1959-1987)
Kriapur (1959-1987) Aku ingin menjadi batu di dasar kali Bebas dari pukulan angin dan keruntuhan Sementara biar orang-orang bersibuk diri Dalam desau rumput dan pohonan Jangan aku memandang keluasan langit […]
Puisi: Kupahat Mayatku di Air – Kriapur (1959-1987)
Kriapur (1959-1987) kupahat mayatku di air namaku mengalir pada batu dasar kali kuberi wajahku pucat dan beku di mana-mana ada tanah ada darah mataku berjalan di tengah-tengah mencari mayatku sendiri […]
Puisi: Pohon yang Hidup di Jam Larut – Indra Tjahyadi
Indra Tjahyadi : fransisca romana ninik Kesendirian menguntitku. Kelam yang merangkak menghisap darahku. Dari Neraka yang begitu jauh dan tak terbayangkan, kesunyianku meluncur. Burung-burung bersayap muram terbang diam, tiba-tiba […]
Puisi: Gemercik Gerimis di Retak Nisan – Iwan Simatupang
Iwan Simatupang Pada satu kemarau berkepanjangan Di kerajaan padang hanya padang Bersabda baginda satu hari: Dari semua degup dan warna berlalu Satu harus utuh selalu: Lembut dan putih dari domba […]
Puisi: Kami – Mansur Samin
Mansur Samin Kami tak siasia mempertahankan bumimu ini menyerahkan gerak jiwa masak oleh tenaga pandanglah jalan suram masa kalut yang dikeluhi setiap kata mencari nilai dalam benda Kami tak siasia […]
Esai: Hoppla! – Chairil Anwar
Oleh Chairil Anwar (1922-1949) Bagi seorang yang bisa menulis menurut kepercayaan yang sudah mendarah-nanah dalam dirinya, bykan menurut keperca- yaan yang masih diharapkannya. JIKA […]
Puisi: Jeli Ceri Nostradamus – Nukila Amal
Nukila Amal Siapkan sekilo buah ceri yang termatang dan terindah. Bayangkan negeri jauh berladang lapang, bermatahari sekali. Hiruplah wangi tanah dan buah ceri berjuntai merah terpetik sejangkauan tangan anak-anak petani […]
Puisi: Cak Markeso – Dadang Ari Murtono
Dadang Ari Murtono aku penyair bimbang, cak bimbing aku aku tak kuat berjalan dengan memanggul perut lapar, dalam tasku, kata-kata tak ada yang abadi maka tunjukkan cak, duniamu itu, semesta […]
