Ayatrohaedi Selamat tinggal, duhai, setiap kenangan! Keharuan, kemanisan masa kanak adalah mimpi yang tak bisa dilupakan Adalah pagi-pagi, punggung kerbau selalu jadi tunggangan. Musim bersawah kesibukan kampung di sana tertumpah. […]
Author: Editor
Puisi: Arus – Amal Hamzah (1922-1987)
Amal Hamzah (1922-1987) Berkayuh aku di segara hidup, alun air pelan semata biduk melancar ria gembira Pukulan kayuh tiada bersuara Pada perahu muat seorang. Sekali terbentur perahuku Pada dara kucindan […]
Puisi: Tan (1-3) – Tjahjono Widarmanto
Tjahjono Widarmanto Tan (1) sejak kanak-kanak aku selalu membayangkan sebagai pengelana jauh yang tak butuh tubuh tak pernah berencana kapan saat pergi tak pernah mencatat kapan akan datang sejak dilahirkan […]
Puisi: Pencari Jembatan – Adri Sanda
Adri Sanda ke manakah ia, selalu saja ia menatap sungai setiap buih yang menggelembung, setiap yang hanyut terapung seperti ada yang menunggu di seberang, mungkin harapan atau juga hujan “tak […]
Puisi: Septuaginta – Adimas Immanuel (l. 1991)
Adimas Immanuel (l. 1991) Septuaginta Seekor tikus hitam menggondol sebuah kata yang jatuh di lantai pesta. Ia seret sekerat kemudian dan dibawa ke sarangnya. Ia telah lunaskan yang tak terjemahkan. […]
Puisi: Penyamaran Busana – Kiki Sulistyo
: Auguste Soesastro tubuh tumbuh dengan caranya sendiri karenanya tak kubuat garis di lengan ini cuma bagian lurus dan tembus melewati tangan di bawah bayangan benang benang yang tenang menyamar […]
Puisi: Anak-Anak Tembakau – Jamal D. Rahman
Jamal D. Rahman kepada petani tembakau di madura kami anak-anak tembakau tumbuh di antara anak-anak batu nafas kami bau kemarau campur cerutu bila kami saling dekap, kami berdekapan dengan tangan […]
Puisi: Amsterdam Blues – Arrahmaiani
Arrahmaiani Di rambutku kusut Bertebar rasa takut Bergelinjang mengerang Sepanjang malam Berselimut gemerlap lampu Kekasihku, Hujan dingin turun Basahi kepedihanku yang batu Cucurannya aliri Kesepian beku Di kanal-kanal dosa Gang-gang […]
Puisi: Toko Buku vs Kota – Amien Wangsitalaja (l. 1972)
Amien Wangsitalaja (l. 1972) Amien Wangsitalaja seseorang sebab asa ketuhanan mendengkur di sudut teka-teki referensi-referensi glamour ini kotaku terbaca oleh atlas kumal beberapa ruasnya menyisa tembok tua yang mengelupas berberita […]
