Akhmad Sekhu (l. 1971) Kasidah Ketabahan Sekian lama embun bertahan di pucuk daun kini terpelanting, pecah ke udara gelisah beribu tahun penyair menanti makna puitik setetes embun yang sanggup berembesan […]
Author: Editor
Esai: Ars Poetica – Hasif Amini
Ars Poetica Oleh Hasif Amini Bila tak sedang memerikan hal-ihwal dunia (dan) manusia, puisi kadang menengok kembali dirinya sendiri. Lewat tangan si penyair, kata-kata lepas dan bermain, bekerja, sesekali bercermin, […]
Esai: Tidur – Hasif Amini
Esai: Tidur Oleh Hasif Amini DI saat jaga, manusia berada di satu dunia bersama; ketika tidur, setiap orang memasuki dunianya yang paling pribadi (Heraklitus dari Efesus, 5 abad sebelum Masehi). […]
Esai: Mirabai – Hasif Amini
Mirabai Oleh Hasif Amini IA terlahir sebagai putri tunggal sebuah keluarga bangsawan Rajput di wilayah Rajasthan, India Utara, di sekitar peralihan abad ke-15 dan 16. Di masa kanak ia pernah […]
Esai: Cerita – Hasif Amini
Cerita Oleh Hasif Amini DI langit malam menggeriap titik-titik bercahaya, tak terkira jumlahnya, tak tepermanai jauhnya, entah ukurannya, usianya. Namun, pada suatu masa, manusia menarik sejumlah garis khayal di antara […]
Esai: Leopardi – Hasif Amini
Leopardi Oleh Hasif Amini TUBUHNYA yang ringkih dan sakit-sakitan sejak kecil membuat ia jauh dari pergaulan orang ramai. Wajah yang buruk (atau tak sebagus yang tampak dalam sejumlah lukisan potretnya) […]
Esai: Beat – Hasif Amini
Beat Oleh Hasif Amini MEREKA merayakan spontanitas, kebebasan, bahkan keliaran ekspresi dalam karya. Mereka menolak apa yang mereka anggap disiplin kaku sastra sekolahan, moral borjuis yang lembam, kapitalisme yang memeras […]
Esai: Rilke – Hasif Amini
Rilke Oleh Hasif Amini Ia barangkali bisa disebut penyair modern paling serius. ”Serius” di sini tak sekadar mengacu pada ketinggian mutu karya, tetapi juga merujuk pada kesungguhan diri dan karyanya […]
Esai: Surealisme – Hasif Amini
Surealisme Oleh Hasif Amini SEJAK romantisisme di abad ke-18, setidaknya, sastra kerap menempatkan diri di luar atau berlawanan dari ”yang umum”. Ekspresi baru, segar, spontan, bahkan ganjil atau ”gila”, menjadi […]
