• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Tunggul Kayu – Dami N Toda (1955-2006)

Posted on 30 April 201920 September 2020 by Editor

Dami N Toda (1955-2006) Tunggul Kayu (in memoriam Sapardi Djoko Damono) sebatang tunggul kayu memperhatikan pertemuan kita dari taman itu. Dahan dan rantingnya mungkin telah dibikinkan kayu bakar atau kaki […]

Posted in Puisi Tagged Dami N. Toda, Puisi Leave a comment

Puisi: Surat Cinta dari Pangrango – Dami N Toda (1955-2006)

Posted on 30 April 201930 April 2019 by Editor

Dami N Toda Surat Cinta dari Pangrango (buat Iswi) tanah air kita, sayang ladang terbuka bukit-bukit gemuk dada perawan kali gunung mengangkang paha bening ke laut menunggang bukit dan lembah […]

Posted in Puisi Tagged Dami N. Toda, Puisi Leave a comment

Puisi: Capung – Dami N Toda (1955-2006)

Posted on 30 April 201930 April 2019 by Editor

Dami N Toda (1955-2006)Capung hujan turun banyak tahun ini curah tanpa kau suka bukan soal batang padi menari di air capung kejaran di atasnya kau menarik nafas waktu capung-capung itu […]

Posted in Puisi Tagged Dami N. Toda Leave a comment

Puisi: Kembali ke Tanah – Yudo Herbeno (l. 1948)

Posted on 24 April 201924 April 2019 by Editor

Yudo Herbeno (l. 1948) Kembali ke Tanah Tuhan, kendalikan kematian itu Walau aku tahu anak-anak riang di sisiMu Setelah maut menyebar merenggut mereka Seringkali kedamaian itu pesona gairah yang menguap […]

Posted in Puisi Tagged Yudo Herbeno Leave a comment

Puisi: Perjalanan Maha Jauh – Yudo Herbeno (l. 1948)

Posted on 24 April 201924 April 2019 by Editor

Yudo Herbeno (l. 1948) Perjalanan Maha Jauh aku pernah menimba air di gurun pasir kudapat segumpal cahaya bulan aku pernah menjala ikan di samudera luas kudapat sebutir bintang jatuh aku […]

Posted in Puisi Tagged Puisi Leave a comment

Puisi: Sebelum Kematian Memanggil – Yudo Herbeno (l. 1948)

Posted on 24 April 201924 April 2019 by Editor

Yudo Herbeno (l. 1948) Sebelum Kematian Memanggil Malam purnama menebarkan bau sangit kelelawar Menyingkap dada: “Di sini berlabuh damparan getah laut!” Luka ini abadi berteman kebisingan bunga-bunga liar Tuhan pun […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Yudo Herbeno Leave a comment

Puisi: Nanti, Nantikanlah! – Walujati Supangat (l. 1924)

Posted on 23 April 201915 Juni 2021 by Editor

Walujati Supangat (l. 1924) Nanti, Nantikanlah! Rumput kering kemuning terhampar luas. Gemetar tampak hawa panas atas padang sunyi. Ah, Rumput, akarmu jangan turut mengering; jangan mati kaku di tanah terbaring […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Walujati Supangat Leave a comment

Puisi: Jeritan Malam – Nursjamsu Nasution (1921-1955)

Posted on 23 April 201923 April 2019 by Editor

Nursjamsu Nasution (1921-1955) Jeritan Malam Di kelam hitam mengepung Menjerit peluit kereta malam Merintih ke langit… Derita hidup mengepung Menjerit bangsaku sedang berjuang Merintih ke langit… Tenaga mesin mengembus kelam […]

Posted in Puisi Tagged Nursjamsu Nasution, Puisi Leave a comment

Puisi: Ta’kan Ketinggalan – Nursjamsu Nasution (1922-1955)

Posted on 23 April 201923 April 2019 by Editor

Nursjamsu Nasution (1922-1955) Ta’kan Ketinggalan Hasratku hendak berlari bersamamu, kawan. Tapi jangankan berlari, berjalan pun ta’dapat, Bukan karena tenagaku kurang atau badanku lamban, Tapi karena sarungku, langkahku terhambat-hambat. Hasratku hendak […]

Posted in Puisi Tagged Nursjamsu Nasution, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani