Peristiwa Metafora (2): Tenaga Metafora dalam Pepatah Kita Oleh Hasan Aspahani KETIKA kita membaca sebuah pepatah, misalnya: kalau pandai mencencang akar, mati lalu ke pucuknya, tentu saja kita tidak sedang […]
Esai
Bagaimana Kita Menghindar dari Metafora?
Peristiwa Metafora (1): Bagaimana Kita Menghindar dari Metafora? Oleh Hasan Aspahani MISALNYA kita mengucapkan kalimat ini, “tak usah kau kembali, aku telah menutup hatiku untukmu”, maka ada sebuah metafora tersembunyi […]
Sapardi tentang Perkembangan dan Kesadaran Tradisi Sastra
Sapardi tentang Perkembangan dan Kesadaran Tradisi Sastra Oleh Hasan Aspahani 1. Hakikat perkembangan sastra nasional sebenarnya terletak pada adanya kesinambungan antara satu periode ke periode lan dalam sejarahnya, baik ditinjau […]
Esai: Muhamad Yamin, Bahasa, dan Soneta
Muhamad Yamin, Bahasa, dan Soneta: Yang Menanam dan Memetik Cempaka Oleh Hasan Aspahani Beta bertanam bunga cempaka Di tengah halaman tanah pusaka, Supaya selamanya, segenap ketika Harum berbau, semerbak […]
Esai: Satir dan Sinisme J.E. “Om Jan” Tatengkeng
Satir dan Sinisme J.E. “Om Jan” Tatengkeng Oleh Hasan Aspahani Kusuka hidup! Gerakan sukma,Yang berpancaran dalam mata,Terus menjelma,Ke-Indah-Kata. (“Sukma Pujangga”, J.E. Tatengkeng) SEORANG sinis adalah seorang idealis yang kecewa. […]
Esai: Jalan Puisi Tjak S. Parlan, Jalan ke Kesadaran
Jalan Puisi Tjak S. Parlan, Jalan ke Kesadaran Oleh Hasan Aspahani MENULIS puisi, memberi bentuk pada pikiran, perasaan, gagasan, lintasan momentum, yang kerapkali tak jelas belaka itu, apabila dilakukan terus-menerus […]
Apresiasi: Doa Agar Lapar tak Hanya Mencari Kenyang
Doa Agar Lapar tak Hanya Mencari Kenyang Kalau ada tangan yang mengulurkan kenyang dari perut nasi hingga enyah lapar ini, Kaulah tangan itu.Kalau ada kenyang yang meliputi nasi hingga […]
Membaca Puisi: Petualangan dan Pertemuan
Rivai Apin, Akhir Takdir, Sunyi Sang Penguak
Rivai Apin, Akhir Takdir, Sunyi Sang Penguak Oleh Hasan Aspahani nanti hari akan habis / dan kelam menyelubungi malam/ … ah, mati / kau masih juga mengejar aku – (“?” […]
