Dedet Setiadi (l. 1963)Di Kebun ada yang menunggu daun gugurseperti kita yang setiap hari berkelakardengan jarum jamia, si penunggu daun gugur itu, tak pernah tuaduduk di akar tubuhnya sendirisebagai pecinta […]
Puisi
Puisi: Alangkah Sederhananya Logika Ini – Herry Gendut Janarto (l. 1958)
Herry Gendut Janarto (l. 1958)Alangkah Sederhananya Logika Ini Jika busana harus tanggalPaling ya polos telanjangMasihkan engkau ingin terus melajang?Repotlah kalau jadi kerap masuk angin Jika gigi harus tanggalPaling ya ompongMasihkah […]
Puisi: Mohon Sedikit Perpanjangan Waktu – Herry Gendut Janarto (l. 1958)
Herry Gendut Janarto (l. 1958)Mohon Sedikit Perpanjangan Waktu Ya, Tuhan, aku kutip semua perintah-MuDalam bahasa jiwa gaul anak mudaSeonggok grafiti tercurap di dinding hatiAstaga, betapa elok, spontan, dan bertenagaAku suka […]
Puisi: Siramkan Saus Tiram – Herry Gendut Janarto (l. 1958)
Herry Gendut Janarto (l. 1958) Siramkan Saus Tiram Dua-tiga kali istriku pernah berujar, “Suatu hari nanti kalau aku meninggal, tolong dikremasi saja.” Sebagai suami, aku tidak suka dengar ucapan eskatologis […]
Puisi: Di Batas Renville – Mawie Ananta Jonie (l.1940)
Mawie Ananta Jonie (l.1940)Di Batas Renville Batang Tapakih mengalir membelah kampungku,airnya kuning sejak dari hulu sejak dulu dulu. Ketika Belanda melancarkan agresinya yang kedua ditahan,di sinilah tapal batas agresor dengan […]
Puisi: Doa – Mawie Ananta Jonie (l.1940)
Mawie Ananta Jonie (l.1940)Doa Malam keluarga kumpul dan orang sekampung,ruangan tengah penuh yang di langkan tak bisa bergabung. Seseorang memanjatkan doa hadirin menadahkan tangan,aku yang pernah dibilang mati pulanglah dengan […]
