Nersalya Renata (l. 1981) Mimpi-mimpi Sakit Panas 1sebuah lingkaran api. seekor harimau besardi sisi kanan. memandangku. harimau itu mundur.mengambil ancang-ancang. lalu melompaticincin api di atasku. dalam slow motionaku mengamati bagaimana […]
Puisi
Puisi: Khayalan untuk Nenekku – Nersalya Renata (l. 1981)
Nersalya Renata (l. 1981) Khayalan untuk Nenekku 1 selembar uang plastik : cukup untuk membayar tagihan telepon. listrik, dan belanja-belanji 30 tahun kedepan. 2 robot untuk membersihkan rumah, halaman, memasak, […]
Puisi: Lima Gambar di Langit-langit Kamar – Nersalya Renata (l. 1981)
Nersalya Renata (l. 1981)Lima Gambar di Langit-langit Kamar Gambar 1 seorang lelaki dengan hati yang berisi 3 kuntum bunga: mawar putih, anggrek bulan ungu, dan krisan kuning Gambar 2 ibu […]
Puisi: Lingkaran di Bawah Pohon Pertemuan – Dedisyah (l. 1977)
Dedisyah (l. 1977) Lingkaran di Bawah Pohon Pertemuan Zappa. Zappa. Di bawah naungan pohon pertemuan, duduk bersama di lingkaran Menghayati napas dan tulang punggung. Menyadari diri sendiri, menyapa diri sendiri, […]
Puisi: Gambir – Mega A Noviandari
Mega A Noviandari Gambir duduk denganmu dekat peronmenunggu waktu yang irimembawaku pergiseperti seorang kepala stasiuntelah kuhadapi banyak kepergianyang kian sempurna, kian bebas hujan tak menuda kedatangannya jelang malam jadi biasa, […]
Puisi: Periuk Cimanuk – Kinanthi Anggraini (l. 1989)
Kinanthi Anggraini (l. 1989) Periuk Cimanuk di sinilah percik panca tirta bermuara. dari Cirebon, Indramayudan Majalengka. tempat di mana bunga padi menemui rumputberlanjut ke Sumedang hingga ke Garut hamparan kiri […]
Puisi: Peta – Dedet Setiadi (l. 1963)
Dedet Setiadi (l. 1963) Peta Aku pilih jalan untuk mengusung ketenangan di pos paling ujung kubiarkan segala percakapan tewas menumpuk seperti barisan nisan di pekuburan Tak ada lagi sisa waktu […]
Puisi: Halaman Kota – Alex R. Nainggolan (l. 1982)
Alex R. Nainggolan (l. 1982) Halaman Kota di halaman kota, engkau terjebak. menyimpan segala sakit .orang- orang bertahan di beranda rumah. hujan urung datang, hanya ada langkah serdadu yang tergesa. […]
Puisi: Aku Pelupa Soal Pidato – Didik Siswantono (l. 1968)
Didik Siswantono (l. 1968) Aku Pelupa soal Pidato Sesudah pidato ketiga lebih baik aku keluar sebentar hembusan angan telah menelan semua ingin lebih baik mencicipi kopi yang pahitnya tertunda tadi […]
