Puisi: Adalah Malam yang Tiba, Teramat Perlahan – Iman Budhi Santosa (1948-2020)

Iman Budhi Santosa (1948-2020)
Adalah Malam yang Tiba, Teramat Perlahan

Sepi daun. Kelam
tetes-tetes waktu meluncur dan jatuh
di bumi lain, arah dalam
dua warna berbimbingan
tiada lagi kata penghabisan. Pada jam
padaMu tersimpan kalimat-kalimat untuk dibebaskan
lidah langit.
Adalah perjanjian kekal yang tiba-tiba.
tiba: Sepi doa jadinya kita berkenalan
di ujung Saat dan masuk
semuanya sama.
Sesekali bersama
sesekali jauh di bawah khatulistiwa. Sekali menyapa
hari pun terampas, kita tinggal meraba-raba:
Sepi tiada


Sumber: Horison, Januari 1970.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.