Puisi: Bayang-Bayang – Achmad Rizani Asnawi (l. 1944)

Achmad Rizani Asnawi (l. 1944)
Bayang-Bayang

bayang-bayangku, cobalah kita bertukar tempat
aku dalam cermin dan engkau di depanku
telah letih diri bersolek
selalu, menyisir rambut yang lusuh
sepanjang hari, rapi
lalu berjam-jam memuji diri
dan mengutuk sebutir jerawat
yang tumbuh di pipi

bayang-bayangku, ayolah
aku dalam otak dan engkau jadi badan
telah jemu tubuh berlakon, selalu
membuat cerita sepanjang waktu
berhari-hari menelusuri
jalan-jalan yang bising
memaki langkah menyalahkan kaki

tegaklah di sana
di bawah matahari
dan aku dengan setia di kakimu
telah banjir jantung dengan peluh
terkadang kau pendek, gemas aku
bila terlalu panjang, marah aku
bila pas di badan, tentu tak kulihat engkau di situ
meniti bayangan sepanjang hari
hidupku
sepanjang bayangan sebelum gelap
lenyap

(aku tak tahu kaukah itu, lagi berdiri dinding putih, gemersik
tubuhmu pergi, kias angin meniti buih, dengan sedih kutegak-
kan muka mengintai engkau menyisi, sebuah cermin berderai
menyentuh kaki).

1980

 

Sumber: Bayang-bayang (Terbitan ketigapuluh Puisi Indonesia, Jakarta, 1980)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.