Puisi: Bis – Kim Al Ghozali AM

Kim Al Ghozali AM

: m. faizi

bis kota tak lain sebagai masjid berjalan
bagi yang senang berdzikir dan sembahyang
tapi juga tempat hiburan atau ruang
karaoke bagi yang doyan bergoyang serta dangdutan

jogja – surabaya
banyuwangi – madura
jember – denpasar

pemberangkatan dan tujuan—itu pasti

tapi tengah jalan siapa paham
ada aral merintang
seperti kehidupan;
kesenangan dan kesedihan

bis kota menyusuri waktu, melipat jarak dan ruang tunggu

anggun krida, gunung harta, pahala kencana, lorena, akas dan eka
sedikit dari sekian nama bis antar kota
tapi semua sama
siap antar penumpang tanpa tanya agama
asal ada ongkos, tujuan jelas dan tak macam macam

jika bis jalannya berlenggok di tengah kemacetan
itu sopir sudah paham
ikuti aturan mainnya, miringkan badan ke kiri juga ke kanan
jika jalannya berkelok seperti gumitir atau tabanan
sedikit pejamkan mata biar hilang ketakutan

bis antar kota antar propinsi
jogja – surabaya paling enak naik di malam hari
di kertosono sesekali berhenti sekedar ngopi
jangan lama lama
sopir tancap gas kita tertinggal sampai pagi

dalam bis
jika untung dapat kenalan
jika buntung kena cobaan
nikmati perjalanan
dari kaca jendela tengok pemandangan
bila hari hujan makin menebal bayang dan kerinduan
sesegera ingin pulang berdiam di rumah sunyi yang abadi

tapi juga nikmati lantunan tembang dari dvd
ida laila, orkes monata, evie tamala atau tommy j pisa
jangan minta bob dylan, eric clapton atau jim morrison
ikuti kesukaan sopir, hormati kondektur punya selera

bungurasih, terboyo, arjosari, tirtonadi,
tawangalun, dan mengwi
sedikit dari sekian nama
pemberangkatan dan pemberhentian

hati hati calo, pengamen iseng, copet dan penjambret
jika transit di terminal bayuangga
rumah saya delapan kilometer ke timur sepanjang jalan raya

Sumber: Langgam Sumut Pos, 9 Juli 2017

2 thoughts on “Puisi: Bis – Kim Al Ghozali AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.