Puisi: Kalau Tahu – Aoh K. Hadimadja (1911-1973)

Aoh K. Hadimadja (1911-1973)
Kalau Tahu

Kalau tahu
kampung dalam binasa
angin kencang menumbangkan tiang-tiang
lahar tidak akan bergolak dalam Sinabung semata
poyang tinggalkan ladang dan bukit
sungai mengalir deras dari tiap penjuru
mata-angin dalam lipatan jantung
tiada bermegah-megah sebagai kalimbubu* terhormat
lantang memaki-maki dalam rumah-tresek**
mengapa kendang belum dipukul
gung belum berderam
seruani belum bertereret
tapi bangkit menjadi anakberu***
memikul tiang dan papan bersilang-tunggang
perombak adat bukan dikata
kampung persilangan ‘rang datang
pusaka poyang bukan percuma
sungai bukan penghanyut
mata-angin tahu dalam lipatan jantung.

Brastasi, 20 April 1952

Sumber: Zenith, No. 6, Th. II, Juni 1952, dalam dalam Tonggak 1 (Gramedia, 1987).

* keluarga laki-laki pihak perempuan yang amat dihormat oleh pihak laki-laki (anakberu) dan berkuasa dalam rumah anakberu tentang yang mengenai adat (di Tanah Karo: kalimbubu dan anakberu; di Tapanuli: mora dan anakboru).
** rumah adat di Tanah Karo
*** anakberu bertanggung jawab atas keberesan berlangsungnya kenduri dan segala yang bersangkutan dengan peralatan yang menerimanya dari suhut, tuan rumah, dan seluruh keturunan marganya (di Tanah Karo marga ada lima: Karo-karo, Sembiring, Ginting, Tarigan, Perangin-perangin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.