Puisi: Kuda Bendi Pelerai Hati – Fariq Alfaruqi

Fariq Alfaruqi

Kalau ada lebuh yang panjang
bolehlah aku menumpang bendi
melempungkan jalan yang dikatai orang sepi
disesaki lengang tak kepalang
berkerikil tajam dan menghunjam.
Sekalian rampung juga perantauan
yang sebentang tali jemuran ini.

Izinkan kaki langit aku pandangi
dari sela umbul-umbul meriahmu
di antara ukiran ikan bada mudik itu.
Biarkan ketukan roda kayu tak berbentuk tak berupa
melonggarkan luka yang menggumpal di dada.

Antar aku ke tempat di mana lenguh jawi
menggetarkan periuk kuali
sebelum pembantaian.
Di mana orang-orang
bersitegang urat leher ketika pukat merapat di bibir dermaga.
Segala tempat di mana suara-suara berhimpitan serupa
paruh elang setengah terbuka.

Antar aku ke sana.

Sebelum jalan yang dikatai orang puisi
mengutukku menjadi lelaki peratap penghiba.

Kandangpati, 2014

Sumber: Koran Tempo, 8 Juni 2014.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *