Puisi: Lirik Airmata – Ahmad Syubbanuddin Alwy (1962-2015)

Ahmad Syubbanuddin Alwy (1962-2015)
Lirik Airmata

Dalam lorong-lorong gelap itu, aku kini pengembara
gemuruh kesunyian dan bentangan airmata
seribu masjid menyeduh jiwaku yang merana
dengan zikir-zikir luka. Tapi sepanjang mabuk ini
kuseberangi lautan cintamu bersama doa-doa Rumi
dan nyanyian-nyanyian Rabi’ah. Di manakah puncakmu?

Di padang-padang yang membara, aku berlayar
menjemput fajar demi fajar dari ufuk hatimu
yang jauh. Kepedihan telah kuhanguskan
dengan sinar matahari. Dan aku menggigil
menerima puisi yang dikirimkan gema azan
bintang-bintang kudekap dalam sujud darah

Bagaimanakah cahayamu bisa menerangi kembali?
mulutku dipenuhi lumpur dan labirin beku
menutup seluruh ungkapan panjang pertobatanku
aku harus berlari menyusuri jalan-jalan perih
melayang dalam badai, meniti tangga langit kelam
memanggil-manggil namamu dan mengimanimu lagi

Cirebon, 1992

Sumber: Fantasia Cirebon (MeSTi, Cirebon, 2017)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *