Puisi: Pacu Sapi di Simabur – Deddy Arsya (l. 1987)

Deddy Arsya (l. 1985)

Di kepalamu ada sapi-sapi besar panjang bertanduk
Berlomba lari di medan pacuan
Membawa karavan yang di atasnya
Masa silam duduk sendirian dengan cemeti di tangan
Sapi yang juga diarak dari masa silammu
Dan orang-orang di sini memancung kepalanya dengan arit
Mengubahnya menjadi sapi buntung masa kini yang berjalan ke depan

Turis-turis dari Jepang membawa rombongan tukang foto ke sini
Menggelar tenda di pinggir arena untuk menunggu momen penting:
Ketika sapi itu berak atau terkencing beramai-ramai
Mengangkat sebelah kaki untuk berkata “waw” seperti anjing

Di kepalamu ada sapi-sapi besar panjang bertanduk yang berpacu
Di gelanggang berbau pesing yang sudah seperti jamban
Karavan di atasnya telah lepas dari punggung
Penunggang itu terlempar ke pinggir pacuan
Meninggalkan cemeti yang melecut-lecut dirinya sendiri
Dan orang-orang di sini sepakat mengumpat:

“Pantat, pantat, nomor empat pantat!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.