Puisi: Pembrian Tahoe – B.K. (1910)

B.K.

1.
Muhun ampun, beribu ampun,
Kepada sekaliyan pembaca pantun,
Pantun telaat berkunjung ke tuan
Kerana ta’ saperti permulaan.

2.
Mulai keluwar berhuruf Arab,
Sebab perlu mencahri akrab,
Tapi sekarang tiada mujarab,
Banyak orang yang kasih sebab.

3.
Pantun alias Soeling Hindia,
Mulai sekarang dicitak pula,
Dengen hurufnya orang Olanda,
Agar supaja tambah berpahla

4.
Adapun sebabnya yang amat syah.
Suling Hindia di ini masya.
Dicetak tiada berhuruf Arab,
Belun temponya di ini abad.

5.
Huruf Arab terlalu susa
Banyak Drukkerij yang ta’ biasa,
Mengusahakan itu di ini masa,
Sebab terpandang lakunya susa.

6.
Maski ada drukkerij yang punya
Tapi tiada dengan sepertinya.
Albrecht, Kolf kurang apanya,
Hanya ta’ banyak ongkosnya.

7.
Sungguh demikian bagai sehaya
Ta’kan berhenti berdaya upaya.
Agar supaya suling menjadi mulya,
Maskipun rugi jangan berbaya.

8.
Niat sahya yang amat teguh,
Soeling Hindia kelak bersungguh.
Jika mahir majunya sungguh,
Hendak digubah yang lebih teguh.

9.
Pertama dicetak sebagai nyata,
Dengan Arab yang telah dicipta,
Terang benderang semata-mata,
Belun dateng waktu yang perdata.

10.
Sekarang dicoba huruf Olanda
Betapa nanti maju of tiada
Jikalu maju tentunya kekal
Sahingga sampai menjadi bekal.

11.
Pergantian kadua huruf,
Sahya harep menjadi ma’ruf,
Kapada pembaca usul tasauf,
Kekal dan maju jangan meletup.

12.
Bukannya berat pekerjaan redaksi,
Mengurus Soeling seperti yang tersaksi,
Huruf Arab niatnya Administrasi,
Hanya paksaan yang jadi sahi.

13.
Coba ada drukkerijkup,
Punya citakan yang bisa menutup,
Aken terbitnya Soeling di kukup,
Huruf Arab tak kau ditutup

14.
Sungguh ditutup melihat waktu,
Jiklu dateng sudahlah tentu,
Akhirnya terus melanggar hantu,
Karena banyak orang yang bantu.

15.
Penutup syair muhunlah maaf,
Barang kiranya alpa dan insyaf,
Dari sahya yang punya wakaf,
B.K, sahya punya paraf.

Sumber: Soeling Hindia, No. 2, Th. 1, 1 Januari 1910

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.