Puisi: Perang dan Cinta – Kasim Mansur (l. 1923)

Kasim Mansur (l. 1923)
Perang dan Cinta

Aku tidak lagi mengantar bunga untuk kekasihku
sebab saudaranya memerangi aku
dan aku pun memerangi saudaranya:
Di antara kami kedua, tertanam ketakutan.

Betapa sedih penanggungan rindu:
cinta telah menghimpit tubuh.
Jika pedang lebih dahulu mengerat leher
tentu dia akan mati menentang mataku.

Beduk tidak akan memberi tahu kematian
dia sendiri kurobek dengan gigi.
Jika pelor akan menghancurkan dadaku
kelak aku akan mati di sini.

Aku hendak terus terang, sebab saudaranya musuhku
dan kita berperang melakukan kewajiban.
Kalau demikian, dia cinta tetapi takut
karena api bernyala dari mulut meriam.

Ah, tiada lagi orang akan meratap
sebab ia cinta saudaraku yang perempuan
dan akupun cinta saudaranya perempuan
Di antara kami, berperang dan bercinta

Sumber: Gema Suasana, No. 6, Juni 1948.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.