Puisi: Prolegomena – Erich Langobelen (l. 1994)

Erich Langobelen (l. 1994)
Prolegomena

“Seperti musim panas yang tua
Menepuk punggung hujan,
Hutan memerah.
Dan luka merembeskan darahnya
Ketika ingin kucintaiMu tanpa putus asa.”

Dari selatan, jauh sebuah jalan
Kuterima kabar tentang waktu

Mungkinkah kita tak lagi butuh penerjemah
Ketika ada yang mengirimkannya ke mari
Dalam sepasang sajak tanpa tanda baca

Seperti dari utara kaudengar
Berita paling sabar pada radio?

Tapi kenapa kita tak juga menoleh
Untuk sebuah judul asing di seberang?

Barangkali kita memang tak siap
Untuk hal-hal yang akan lenyap
Seperti bunyi hujan di atap
Pelan-pelan menguap

“Di sini percakapan tak lagi sederhana.
Sebab misal pun sebuah lagu
tak ingin diputar keras-keras
Sebelum batas menuntunmu kepada diam
Dan mengebaskan kakinya untuk masa silam,

Di mana dan ke mana nantinya,
Akan betapa sengit perkenalan ini.”

(2016)

Sumber: Media Indonesia, 19 Maret 2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *