Puisi: Selatpanjang – Riki Utomi (l. 1984)

Riki Utomi (l. 1984)
Selatpanjang

kami berada di ujung kepalamu, selatpanjang.
tebingtinggi yang menaruh harapan, degup jantung
secepat mesin kempang ketika menyusuri arus
gelombang. ketika sampai di ujung pulau rangsang,
degup jantung pun hilang, selaksa lambaian nyiur
mengangkasa oleh cericit elang laut memekik
membahana.

kami berada di tubuhmu, selatpanjang.
mencermati tiap jengkal lembut gambut
ketika pijakan kaki oleng oleh lain pikir kita.
namun merambat ke sukma paling dalam.
di mana segala duri dalam lubuk hatimu
tak lagi sekeras masa lalu namun dapat
meramu ke penjuru maju oleh lindap asing
oleh rantauan kaki berpijak.

kami berada di matamu, selatpanjang.
lihatlah tajam tiap jengkal pulaunya. singgasana
datuk bercakak pinggang di tanah merbau.
segala amuk menyatu ke segenap rantau sampai
ke siak, bengkalis, dan tumasik. mengusik
peta batin kita bahwa di sana, selatpanjang
mengukir denyut nadi kita dalam lingkup
panjang jarum jam, dalam ruang luas perahu
yang melaju di deras air selat hitam.

Selatpanjang, 2015

Sumber: Lampung Post, 22 Maret 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.