Puisi: Taksidermi Kata – Ferdi Afrar (l. 1983)

Ferdi Afrar (l. 1983)
Taksidermi Kata

– Meminjam Lukisan Berburu Banteng-nya Raden Saleh

keributan dalam celah kalimat sebuah sajak:

belum menutup benar matanya yang binal,
ketika kami menohokkan sebuah tumbak
ke pundaknya yang berlemak, seketika badan
segarnya terjungkal ke arah kanan.
dengan gemetar kami seret dagingnya
dari gelanggang, saat petang lengang itu.

dengan kesabaran petapa, antara diam dan mendaras
kami menunggu yang hendak tampak bergegas.
menguar keras dalam bahasa. berkelebat dalam
benak, yang tersembunyi dalam alam rasa.
yang tiba-tiba menyerunduk ke arah muka,
kami mengelak-menjeratnya dengan kelihaian
pencak, sigap kuda-kuda.

di pendapa, badan sintalnya kami gantung.
kami garit lambungnya agar pisah jeroan dengan
kulitnya. kami samak tampangnya agar bertengger
sangar dalam kaca. mengkilap dalam kalimat,
berkacak dalam sajak.

2012

Sumber: Kompas, 3 Maret 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.