Puisi: Ularularan Waktu – Sindhunata

Sindhunata

Ularularan waktu
Waktuku berjalan berularularan,
nasib hidupku ulangmengulang
Harapan akan masa depanku,
ditelan kekejaman masa laluku.

Apa yang menyelamatkanku kini,
hanyalah apa yang menghancurkanku nanti,
dan semuanya tadi, sudah kuketahui
di masa lalu sebelum ini.

Dengan sepatu koyak, aku mengejar
masa laluku yang telah hilang.
Ternyata aku terbawa terbang
ke langit tinggi masa depan,
dan kembali aku kehilangan
apa yang seharusnya kudapatkan.

Hidupku menjadi layang-layang,
benangnya putus, dan aku terlempar.
Kini tak ingin aku
terbunuh lagi oleh waktu.

Kugigit ekor ularularannya, dan
masa laluku pun mengucurkan darah
Kupatahkan kepalanya, dan
terbebas aku dari impian masa depannya.

Aku hidup dari waktuku,
lega, kendati kini berada aku
dalam gelap kekinian,
aku berjalan dengan perut ular
mengelengsargelengsar tanpa kemajuan,
terhenti di masa kini, di dunia ini.

Baru sekarang aku rasakan
keabadian adalah kekinian yang kekal
di dalamnya masa laluku tertelan
dan masa depanku terkandungkan
aku bahagia, di sini dan sekarang

2000

 

Sumber: Air Kata Kata (Galang Press dan Bayu Media, Yogyakarta; Cetakan : II, Maret 2004 (Cet. I, 2003)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.