Puisi: Seperseribu Detik Y.A.D. – Handrawan Nadesul (l. 1948)

Handrawan Nadesul (l. 1948)
Seperseribu Detik Y.A.D.


Seperti janji ketika usiaku berangkat rembunai
ayo, tariklah kancing bajuku, dan hitung dosa-dosaku!
Kita tak pernah punya hari yang selesai
Jikapun semua kenangan menjadi kebanggaan,
hidup bukan lagi satu-satunya teka-teki.

Hai – Mari kita bercanda sebentar,
lekas cubit dan tamparlah pipiku kuat-kuat
selagi kuingat kepada siapa rindu harus kusampaikan
Ayo, koyakkan diriku, dan hancurkan lumat-lumat
sebelum sempat kusadar apa yang mesti kuperbuat!

Bogor, 1971


Sumber: Surat-surat yang Tak Terkirimkan (Dewan Mahasiswa Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta, 1973)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.