Kenapa Kita Menulis Puisi? (6) Harga dan Gengsi Bahasa Melayu Oleh Hasan Aspahani NAMANYA Jan Huijghen van Linschoten (1563 – 1611). Ia seorang saudagar, pedagang dan hisrorian. Pada masanya gabungan […]
Esai
Esai: Sedangkal Sepenggalian, Serba Sedikit Soal Estetika
Sedangkal Sepenggalian, Serba Sedikit Soal Estetika Esai Hasan Aspahani KEPADA kita mungkin seseorang pernah mengatakan: …wah, puisimu tak ada estetikanya sama sekali, tidak menyentuh perasaan saya. Coba bandingkan puisi Chairil, […]
Esai: Kurang Lafaznya, Banyak Maknanya
Kenapa Kita Menulis Puisi (5) Kurang Lafaznya, Banyak Maknanya Oleh Hasan Aspahani PERAN seorang penyurat atau penulis di sebuah kerajaan setara dengan panglima perang. Sebuah pemerintahan kerajaan bertahan atau dipertahankan […]
Esai: Memikirkan Bahasa dan Memelayukan Kata Asing
Kenapa Kita Menulis Puisi (4)Memikirkan Bahasa dan Memelayukan Kata Asing Oleh Hasan Aspahani SASTRA dalam bahasa kultur Melayu tumbuh serentak di ranah lisan dan tulisan. Kita pahami dulu sastra dengan […]
Esai: Suara dari Awal Abad XVII: Penulis Harus Membaca
Kenapa Kita Menulis Puisi? (3) Suara dari Awal Abad XVII: Penulis Harus Membaca Oleh Hasan Aspahani DALAM “Tajussalatin” (1603) – sebuah kitab berbahasa Melayu yang bagus yang beredar dan berpengaruh […]
Esai: Potensi Puitis Bahasa Melayu dan Kultur Estetis Orang Melayu
Kenapa Kita Menulis Puisi? (2) Potensi Puitis Bahasa Melayu dan Kultur Estetis Orang Melayu Oleh Hasan Aspahani WILLIAM Marsden (1754-1836) seorang Inggris pernah berdiam di Sumatera dan menjelajah pulau ini, […]
