Braginsky dan Sikorsky dalam Sastra Indonesia oleh Asep Sambodja Dalam sejarah sastra Indonesia, banyak yang telah mengenal nama A. Teeuw, E.U. Kratz, Claudine Salmon, dan Keith Foulcher. Namun, dapat dikatakan […]
Esai
Esai: Kenapa Kita Menulis Puisi? (1)
Kenapa Kita Menulis Puisi? (1): Kupu-kupu Membawa Pantun Terbang ke Eropa Oleh Hasan Aspahani SEJAK semula bahasa Melayu, apa yang kelak menjadi bahasa Indonesia kita hari ini adalah bahasa yang […]
Esai: Yamin, Puisi, Tradisi, dan Modern
Yamin, Puisi, Tradisi, dan Modern Oleh Hasan Aspahani SONETA di Italia lahir pada abad ke-12. Di Belanda kelompok Tachtiger atau angkatan ’80, menggemari bentuk itu, pada tahun 1880-an. Muhammad Yamin, […]
Esai: Kritikus (M.S. Hutagalung) Versus Penyair (Ajip Rosidi) – 1
Kritikus (M.S. Hutagalung) Versus Penyair (Ajip Rosidi) (1) Oleh Hasan Aspahani KRITIKUS, akademisi, dosen sastra, pelopor kritik sastra Rawamangunan MS Hutagalung menulis kritik atas buku puisi Ajip Rosidi “Ular dan […]
Esai: Apa yang Diharapkan Penulis dari Kritikus
Oleh Hasan Aspahani BUKU “Seni Mengarang” Aoh K. Hadimadja (Pustaka Jaya, 1972) membawa saya pada “The Dyer’s Hand and Other Essays” W.H. Auden (1907-1973). Buku itu pertama kali terbit pada […]
Esai: Semenakjubkan Apakah Puisi Itu, Willy?
Oleh Hasan Aspahani SEBERAPA jauhkah jarak antara Ramadhan KH (1927) dan Willy Fahmi Agista (1992)? Apa yang masih bisa menautkan “Priangan Si Jelita” (1956) dan “Mencatat Demam” (2018). Saya ingin […]
