Sitti AntifaOde kepada Musso Ketika Revoloesi merana kena anemi, koejoe, dan sangsi mengisi hati penimbang2 disimpang djalan,datanglah kau membawa “Djalan Baroe”, darah baroe jang kaupompakan kedjantoeng, hingga kembali mendeboer degap-degoepan […]
Puisi
Puisi: Tukang Arang – F.L. Risakotta
F.L. RisakottaTukang Arang kau lalu depanku, pardoberbaju keringat dan hitam kemocenglangkahmu gontai dihimpit bebannasib memberat tanpa pengasihan kau tetap berjalan pardowalau matahari keras menggigithimpitan hidup ikuti kau seperti bayangankau dan […]
Puisi: Tikus dan Perangkap – Bung Usman
Bung UsmanTikus dan Perangkap Selama masih senanghendak saja bersenang-senangTak tahu bahaya,tak pusing apa. Selama umpan masih banyakdan enak,terus saja dimakan,tak mau bosan. Tetapi setelah “brap”kata perangkap,pintu tertutup rapatdan erat, Baru […]
Puisi: Dengan Berbagai Tanda Tanya – Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)
Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)Dengan Berbagai Tanda Tanya Dengan berbagai tanda tanya,maka aku pun berdiri di muka pintu halamannya,dan seekor anjing yang sedang berbaring di rumputmembuka matanya. Senja telah habis.Lampu […]
Puisi: Cahaya – Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)
Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)Cahaya Cintaku kugalilama mencari Bulan sehabis hujanAir di daun berkilauan Angkasa sunyiDan sepi. Sumber: Budaya Jaya, No. 107, Th. X, April 1977.
Puisi; Tidak Bisa Kembali – Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)
Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)Tidak Bisa Kembali Aku tidak bisa kembaliSemua telah terjadi Aku cinta padamu tapi apalah cintakuyang semusim menemanimusebab impian memberatdari yang bisa diperbuat. Sampai di sini biarlahkita […]
