Theoresia Rumthe (l. 1983)Desaku yang Kucinta di dalam kebosanan aku menulis inipada dasar perigi dan air yang keringkapal-kapal hilang kabarleluhur dan keyakinan mesti musnahtidak lama setelah kepala-kepala dikorbankanuntuk membangun sebuah […]
Puisi
Puisi: Pada Sudut Jalan – Theoresia Rumthe (l. 1983)
Theoresia Rumthe (l. 1983)Pada Sudut Jalan betapa aku merindukan hidup lambanseperti pohon yang tidak melakukan apa-apa.sepanjang hari berdiri tegak dan melamunhari-hari mengalir deras serta terjun bebastanpa ada yang menolongpada sudut […]
Puisi: Ketika Pulang Lagi ke Rumah Theoresia Rumthe (l. 1983)
Theoresia Rumthe (l. 1983)Ketika Pulang Lagi ke Rumah sudah berhari-hari inilaba-aba bertengger di bawah tiang listrikdaun pisang bergerak-gerak kena tiup angindaun pintu tidak pernah tertutup rapatmenguarkan aroma ibuyang sudah lama […]
Esai: Muhamad Yamin, Bahasa, dan Soneta
Muhamad Yamin, Bahasa, dan Soneta: Yang Menanam dan Memetik Cempaka Oleh Hasan Aspahani Beta bertanam bunga cempaka Di tengah halaman tanah pusaka, Supaya selamanya, segenap ketika Harum berbau, semerbak […]
Puisi: Replik – Yana Risdiana (l. 1974)
Yana Risdiana (l. 1974)Replik Mulanya sebuah suratYang tidak berbalas sepanjang tahunAku paham untuk menyimpannyaWalaupun bukan cintaAtau bekasnya. Seandainya ini peringatnAku ingin tetap seperti batuBersenang-senang dalam diamWalaupun ini serupa kehendakYang kelak […]
Puisi: Pematang – Yana Risdiana (l. 1974)
Yana Risdiana (l. 1974)Pematang pematang-pematang yang patuh memanjangsebagian melengkung menakar kemiringan lempungmemilah batas-batas getas muruah dari beberan namayang berlapis orbit-orbit pencariannya lengan-lengan yang menjelajah keseimbangandi antara kubangan rangrangan dan sungai […]
Puisi: Tangkisan Waktu – Yana Risdiana (l. 1973)
Yana Risdiana (l. 1973)Tangkisan Waktu Ia serupa kabut, luput terpegangMeski kepalan sudah membulatkan ruangDi ujung jurus terakhir. Ia bertahan denagn tubuh keluasanDan mengembang sampai tatapan terjauhmuMenangkap kesunyian yang berlapisBersih dari […]
Puisi: Tentang Kelembutan dalam Jurus Teunggeul Ambreg – Yana Risdiana (l. 1973)
Yana Risdiana (l. 1973)Tentang Kelembutan dalam Jurus Teunggeul Ambreg Ketika pukulan merangkum waktu sebagai kepalan Kedua lenganmu terjulur dan sebanjar, ikuti alur Amanat leluhur yang tersebar turun-temurun Di tubuh para […]
Puisi: Diktum – Yana Risdiana (l. 1973)
Yana Risdiana (l. 1973)Diktum turun dari sisa kupakan mimpi pada dahi peristiwamasa lalu terus cembung di belakang air mata di kebun ini, bahkan seekor ular sekadar umpamahanya tubuh yang bertaring, […]
