• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi

Puisi: Insomnia – Widya Mareta (l. 1994)

Posted on 31 Maret 20221 April 2022 by Editor

Widya Mareta (l. 1994)Insomnia kuil runtuh di dalam kepalakupukul tiga pagi adalah saat palingcemas untuk membangunkan puisi.tak ada gemuruh artileri,tak ada obrolan geladeri. di hadapanku berjejer botol-botol minuman energi,berkas yang […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Widya Mareta Leave a comment

Puisi: Duka Seri Bumi – Muhammad Febriyadi (l. 1991)

Posted on 31 Maret 202231 Maret 2022 by Editor

Muhammad Febriyadi (l. 1991)Duka Seri Bumi   Luahkan air matatumpahkan di dadakuair matamu akan aku tampihingga bening dan menjadi suci Di sinilah hati berlarimengejar makna duka seri bumitapi dukamu jadi dukakuia […]

Posted in Puisi Tagged Muhammad Febriyadi, Puisi Leave a comment

Puisi: Menjadi Laut – Wida Waridah (l. 1982)

Posted on 10 September 202110 September 2021 by Editor

Wida Waridah (l. 1982)Menjadi Laut hujan tak reda sehariananakku membangun perahu dengan ranjangnyaseluruh boneka diajaknya sertaadiknya yang masih bayi dijadikannya nahkodasedangkan dia, lebih memilih sebagai penyelammenyelamatkan benda-benda yang tertinggalIbu, cepatlah […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Wida Waridah Leave a comment

Puisi: Kunyalakan Sebuah Radio – Wida Waridah (l. 1982)

Posted on 10 September 202110 September 2021 by Editor

Wida Waridah (l. 1982)Kunyalakan Sebuah Radio : Dorothea Rosa Herliany kunyalakan sebuah radio. seseorang mengirim lagurindu merambat dari telinga ke hatimucuaca kota dirapal serupa mantra menguraikemacetan jalanjalan kunyalakan sebuah radio […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Wida Waridah Leave a comment

Puisi: Di UGD – Wida Waridah (l. 1982)

Posted on 10 September 202110 September 2021 by Editor

Wida Waridah (l. 1982)Di UGD kau bertanya, kenapa tanganmu harus disuntikkenapa botol infus harus digantungkenapa banyak orang sakit aku bercerita tentang peri baik hatidengan baju putih dan kunang-kunang di tangannyakita […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Wida Waridah Leave a comment

Puisi: Jalan Layang pada Sebuah Siang – Wida Waridah (l. 1982)

Posted on 10 September 202110 September 2021 by Editor

Wida Waridah Jalan Layang pada Sebuah Siang suatu kali kita berhenti di sebuah jalandi mana bumi senantiasa bergetaraku mengira gempa, dan kau berkataitu datang dari kendarakendara yang melintas degan tinggi […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Wida Waridah Leave a comment

Puisi: Siluet – Ragdi F Daye (l. 1981)

Posted on 9 September 20219 September 2021 by Editor

Ragdi F Daye (l. 1981) Siluet /1/Kosong tepi jalan. Daun-daun lansanopirang. Sebagai yasminkau memilih taman lebih teduhDari dirikuMenggigil batu-batu. Debu-debukaku. Bukankah langit telah robekwaktu itu. Menumpahkan tanah, api, danwarna-warna abuKau […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, ragdi f daye Leave a comment

Puisi: Sebuah Laci yang Tertutup – Theoresia Rumthe (l. 1983)

Posted on 5 September 20215 September 2021 by Editor

Theoresia Rumthe (l. 1983)Sebuah Laci yang Tertutup pada sebuah laci yang tertutupaku menyimpan agamabersama mainan-mainanku yang lainjika kawan-kawanku berkunjungdan mengajakku bermainaku akan keluarkan semua mainankukecuali yang satu itu. Sumber: Selamat […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Theoresia Rumthe Leave a comment

Puisi: Sejak Aku Tak Lagi Jadi Nelayan – Theoresia Rumthe (l. 1983)

Posted on 5 September 20215 September 2021 by Editor

Theoresia Rumthe (l. 1983)Sejak Aku Tak Lagi Jadi Nelayan ombak pecah di bawah bulanbakau dan keaanng tentangmuterselip di karangbibirmu asin kusimpanbersama sobekan pukat dan bekaljengkal tubuhmu masih kuingatseiring tanganku yang […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Theoresia Rumthe Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani