Ajip Rosidi (l. 1938)Percakapan Akankah ini suatu permainanSedang wajah jadi layu, ayip Malam terlalu tebal di matamuHidup menjanjikan tantangan kepadaku Dekapkan wajahmu ke wajahkuBiar malam tebal menebal bergelayutanDi dinding trem […]
Puisi
Puisi: Tanahair – Ajip Rosidi (l. 1938)
Ajip Rosidi (l. 1938)Tanahair Adalah hijau pegununganAdalah biru lautanAda hijauAda biruLangit dan hatiku Adalah aku pucuk tatapanAda pucukAda tatapanAda pucuk senapanMengarah ke dadaku Hijau pegunungan biru lautanBukannya harapan adalah ketakutanHijau […]
Puisi: Kambing yang Berdiri di Rel Kereta – Innezdhe Ayang Marhaeni
Innezdhe Ayang MarhaeniKambing yang Berdiri di Rel Kereta Pergi kemanakah orang-orang yang telah mati?Menjadi mendungkah sehingga pemakaman orang-orang baik basah oleh tanah?Atau menjadi derak-derak penghubung gerbong yang dari ambangnya kita […]
Di Perantara – Innezdhe Ayang Marhaeni
Innezdhe Ayang MarhaeniDi Perantara Di jendela yang merangkap kaca itu, mataku terkuburTidak dalam, hanya seperlunyaSebab aku tak lihat matahari dan angin-angin yang memakannya Tapi aku tahu cerita langit yang pulang […]
Puisi: Pulau Jawa dan Masa Depannya – Innezdhe Ayang Marhaeni
Innezdhe Ayang Marhaeni Pulau Jawa dan Masa Depannya Kelak esok hari, seperti wajah lelaki yang matang di usia dini Di pulau ini akan ada cambang-cambang halus yang darinya menegak kala […]
Puisi: Edaran Surat Elektronik Berjudul: Tunjangan – Prawira Tama (l. 1992)
Prawira Tama (l. 1992) Edaran Surat Elektronik Berjudul: Tunjangan siang ini aku duduk di hadapan mejadengan lembarlembar rencanayang termangu dalam isyarat waktu layar komputer masih terangmenyala di matakumembunyikan pesan masuk […]
