Wida Waridah (l. 1982)Kunyalakan Sebuah Radio : Dorothea Rosa Herliany kunyalakan sebuah radio. seseorang mengirim lagurindu merambat dari telinga ke hatimucuaca kota dirapal serupa mantra menguraikemacetan jalanjalan kunyalakan sebuah radio […]
Puisi: Di UGD – Wida Waridah (l. 1982)
Wida Waridah (l. 1982)Di UGD kau bertanya, kenapa tanganmu harus disuntikkenapa botol infus harus digantungkenapa banyak orang sakit aku bercerita tentang peri baik hatidengan baju putih dan kunang-kunang di tangannyakita […]
Puisi: Mencipta Rumah – Wida Waridah (l. 1982)
Wida Waridah (l. 1982)Mencipta Rumah aku menjemur tikar di halamanlalu kau mencipta rumah di dalamnyakau dan benda-benda kecintaanmumenjadi penghuni yang bahagia datanglah kucing bermata hijau itudia rebah di pintumutanganmu memeluknya […]
Puisi: Jalan Layang pada Sebuah Siang – Wida Waridah (l. 1982)
Wida Waridah Jalan Layang pada Sebuah Siang suatu kali kita berhenti di sebuah jalandi mana bumi senantiasa bergetaraku mengira gempa, dan kau berkataitu datang dari kendarakendara yang melintas degan tinggi […]
Puisi: Siluet – Ragdi F Daye (l. 1981)
Ragdi F Daye (l. 1981) Siluet /1/Kosong tepi jalan. Daun-daun lansanopirang. Sebagai yasminkau memilih taman lebih teduhDari dirikuMenggigil batu-batu. Debu-debukaku. Bukankah langit telah robekwaktu itu. Menumpahkan tanah, api, danwarna-warna abuKau […]
Puisi: Sebuah Laci yang Tertutup – Theoresia Rumthe (l. 1983)
Theoresia Rumthe (l. 1983)Sebuah Laci yang Tertutup pada sebuah laci yang tertutupaku menyimpan agamabersama mainan-mainanku yang lainjika kawan-kawanku berkunjungdan mengajakku bermainaku akan keluarkan semua mainankukecuali yang satu itu. Sumber: Selamat […]
Puisi: Sejak Aku Tak Lagi Jadi Nelayan – Theoresia Rumthe (l. 1983)
Theoresia Rumthe (l. 1983)Sejak Aku Tak Lagi Jadi Nelayan ombak pecah di bawah bulanbakau dan keaanng tentangmuterselip di karangbibirmu asin kusimpanbersama sobekan pukat dan bekaljengkal tubuhmu masih kuingatseiring tanganku yang […]
Puisi: Desaku yang Kucinta – Theoresia Rumthe (l. 1983)
Theoresia Rumthe (l. 1983)Desaku yang Kucinta di dalam kebosanan aku menulis inipada dasar perigi dan air yang keringkapal-kapal hilang kabarleluhur dan keyakinan mesti musnahtidak lama setelah kepala-kepala dikorbankanuntuk membangun sebuah […]
Puisi: Pada Sudut Jalan – Theoresia Rumthe (l. 1983)
Theoresia Rumthe (l. 1983)Pada Sudut Jalan betapa aku merindukan hidup lambanseperti pohon yang tidak melakukan apa-apa.sepanjang hari berdiri tegak dan melamunhari-hari mengalir deras serta terjun bebastanpa ada yang menolongpada sudut […]
